Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, menegaskan bahwa Kemah Bela Negara (KEMBARA) PKS merupakan wadah strategis dalam membentuk kader yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki komitmen kuat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah perbatasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasir saat menjadi pemateri pada kegiatan KEMBARA PKS Kabupaten Nunukan di Bumi Perkemahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 kader PKS itu mengusung tema “Kokoh dalam Ukhuwah, Solid Membangun Struktur dan Tangguh Menjaga Perbatasan NKRI.
Dalam pemaparannya, Nasir menekankan bahwa KEMBARA bukan sekadar aktivitas berkemah, melainkan proses pembinaan yang dirancang untuk melahirkan kader dengan mental kuat, disiplin tinggi, kemampuan memimpin, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“KEMBARA adalah ruang pembentukan karakter. Di sinilah kader ditempa menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, mampu bekerja sama, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa,” kata Nasir kepada MataKaltara.com, Minggu (19/07/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan di wilayah perbatasan menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan semangat bela negara yang kuat.
Sebagai legislator yang mewakili masyarakat Kalimantan Utara, Nasir menilai menjaga perbatasan bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan.
Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pelayanan kepada masyarakat.
“Bela negara tidak selalu identik dengan mengangkat senjata. Ketika kita membangun pendidikan, memperkuat ekonomi rakyat, menjaga persatuan, dan melayani masyarakat dengan tulus, itu juga merupakan bentuk nyata menjaga NKRI,” jelasnya.
Nasir berharap seluruh peserta KEMBARA mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kader PKS harus menjadi teladan dalam menjaga persaudaraan, memperkuat organisasi, serta hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan KEMBARA PKS Nunukan yang dinilai menjadi sarana efektif memperkuat soliditas kader sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengabdian.
“Melalui pembinaan yang berkelanjutan seperti ini, saya optimistis akan lahir kader-kader yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan,” pungkasnya.












