Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nunukan diisi dengan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mendorong lahirnya prestasi. Sebanyak 48 pecatur dari kalangan pelajar hingga orang tua ambil bagian dalam Turnamen Catur Kemerdekaan, Minggu (23/08/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan DPD PKS Kabupaten Nunukan bersama SNI/Sahabat Nasir tersebut menjadi ajang bagi para pecatur untuk menguji kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi melalui kompetisi yang sportif.
Cucu Sumarna, pecatur asal Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati A. Wahyu Asdar Hs, sementara Mathius Moning meraih juara ketiga.
Ketiganya diketahui memiliki pengalaman memperkuat Kabupaten Nunukan dalam pertandingan tingkat Provinsi Kalimantan Utara.
Adapun La Inu menempati posisi IV, Muhammad Ali posisi V, Rajab Hae posisi VI, Muhammad Ghazali Idrus posisi VII, dan Supriadi posisi VIII.
Anggota DPRD Kaltara Fraksi PKS Muhammad Nasir, mengatakan keterlibatan pelajar dalam turnamen tersebut menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi.
Menurutnya, olahraga catur dapat menjadi sarana pembentukan karakter karena membutuhkan konsentrasi, kesabaran, ketelitian dan kemampuan mengambil keputusan.
“Terlebih ada pelajar yang ikut bertanding. Ini sangat positif. Kita ingin generasi muda mempunyai ruang kegiatan yang sehat, produktif dan membangun prestasi,” kata Nasir kepada MataKaltara.com, Senin (24/08/2026).
Ia menambahkan, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Para pecatur membutuhkan kesempatan bertanding secara rutin agar mampu mengukur perkembangan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
“Kita punya banyak potensi. Tugas kita adalah menyediakan ruang agar mereka bisa bertanding, mengasah kemampuan dan menambah pengalaman,” ujarnya.
Nasir berharap turnamen seperti ini dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menemukan pecatur muda berbakat yang nantinya dibina secara berkelanjutan.
“Kita berharap dari turnamen-turnamen seperti ini lahir atlet catur Nunukan yang mampu berprestasi lebih tinggi,” jelasnya.
Ketua DPD PKS Kabupaten Nunukan M. Rusdi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk mengisi kemerdekaan dengan aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Melalui turnamen ini kita ingin menghadirkan kebersamaan sekaligus memberi ruang kepada masyarakat untuk menyalurkan bakat dan berkompetisi secara sportif,” ucapnya.
Ketua PERCASI Kabupaten Nunukan Antoni Mamboro Daulaey juga mengapresiasi pelaksanaan turnamen. Menurutnya, semakin banyak kompetisi akan semakin besar pula peluang pecatur Nunukan meningkatkan kualitas permainan.
“Kami menyambut baik semakin banyak pihak yang ikut memberi ruang bagi pecatur Nunukan untuk bertanding. Kompetisi yang rutin sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus menemukan bibit-bibit baru,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Muhammad Nasir menyerahkan hadiah untuk juara I dan II, M. Rusdi menyerahkan hadiah juara III dan IV, sedangkan Antoni Mamboro Daulaey menyerahkan hadiah bagi peringkat V hingga VIII.
Turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekosistem olahraga catur yang lebih aktif di Nunukan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang melalui jalur prestasi.












