Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Warga Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, digegerkan penemuan jasad bayi perempuan di dalam sebuah tas hitam yang diletakkan di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (23/08/2026) sore.
Jasad bayi tersebut pertama kali ditemukan seorang warga sekitar pukul 17.20 WITA. Saat berhenti di pinggir jalan, warga melihat sebuah tas hitam yang dikerumuni lalat.
Rasa penasaran membuat warga tersebut memeriksa isi tas. Namun, bukan barang biasa yang ditemukan. Di dalam tas terdapat jasad seorang bayi.
Warga kemudian meminta bantuan masyarakat sekitar untuk memastikan temuan tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kasub Sipemnas Polres Nunukan, Ipda Idris, membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian, termasuk keterangan saksi dan perempuan yang diduga berkaitan dengan kasus ini,” kata Ipda Idris kepada MataKaltara.com, Minggu (30/08/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial N, berusia 21 tahun.
Polisi memperoleh keterangan bahwa N diduga melahirkan seorang bayi pada Jumat (21/08/2026) sekitar pukul 12.30 WITA di kamar mandi rumahnya.
Persalinan tersebut disebut berlangsung tanpa bantuan tenaga medis maupun orang lain.
Setelah melahirkan, N mengaku sempat menggendong bayi tersebut, membungkusnya dengan pakaian, kemudian membawanya ke kamar dan membaringkannya di atas kasur.
Bayi tersebut sempat menangis dan kemudian disusui. Setelah itu bayi tertidur.Namun, beberapa jam kemudian, N mengaku mendapati bayi tersebut sudah tidak bernapas.
Dalam kondisi panik, bayi kemudian dimasukkan ke dalam sebuah tas dan dibawa menggunakan sepeda motor menuju Desa Padaidi.
Tas tersebut selanjutnya diletakkan di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, RT 004, Desa Padaidi.
Polisi kini masih mendalami satu fakta penting: bagaimana kondisi bayi ketika dimasukkan ke dalam tas tersebut.
Sebab, berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, N mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah bayi tersebut masih hidup atau telah meninggal saat dimasukkan ke dalam tas.
Kepanikan disebut menjadi salah satu alasan N membawa dan meninggalkan tas tersebut di pinggir jalan.
Peristiwa itu baru diketahui lebih luas setelah warga menemukan jasad bayi pada Minggu sore.
N kemudian disebut mengetahui adanya penemuan jasad bayi setelah melihat unggahan status WhatsApp milik temannya. Informasi tersebut membuat N merasa takut dan cemas.
Penyidik juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk seorang pria berinisial A yang disebut memiliki hubungan dengan N dan mengetahui kehamilan tersebut.
Keterangan para saksi masih terus dicocokkan dengan alat bukti yang telah diamankan polisi.
Dalam perkara ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu lembar daster berwarna hitam, satu unit sepeda motor X-Ride beserta kuncinya, kresek bening, tablet Redmi, pakaian dalam, CD, celana pendek, serta sebuah goodie bag berwarna hitam.
Ipda Idris menegaskan, proses hukum masih berjalan dan penyidik masih mendalami perkara tersebut untuk mengungkap secara terang kronologi hingga penyebab kematian bayi.
“Penyidik masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara ini,” pungkasnya.
Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian bayi sebelum seluruh proses pemeriksaan dan penyidikan selesai.Kasus penemuan jasad bayi ini kini menjadi perhatian warga Sebatik.
Polisi masih bekerja untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi sejak bayi dilahirkan hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa di dalam tas di pinggir jalan.












