Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabut asap yang mulai berdampak terhadap kondisi udara di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan dipastikan bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Hasanuddin, mengatakan kondisi asap yang terjadi saat ini merupakan asap kiriman sebagai dampak karhutla di wilayah lain.
“Untuk kondisi saat ini murni asap kiriman dampak karhutla, karena arah angin memang mengarah ke wilayah Nunukan,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Minggu (30/08/2026).
Mengantisipasi dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, BPBD Nunukan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya selama kondisi sebaran asap masih terjadi.
Bagi masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, BPBD meminta agar menggunakan masker serta pelindung mata.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko menghirup asap secara langsung maupun mencegah iritasi pada mata.
Imbauan tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, termasuk masyarakat yang memiliki riwayat gangguan atau penyakit pernapasan.
“Kalau terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, agar menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi risiko terhirup langsung dan mengiritasi mata, terutama kelompok rentan dan yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” jelasnya.
Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbanyak konsumsi air putih.
BPBD Nunukan turut mengingatkan warga yang melakukan aktivitas di wilayah perairan maupun laut agar meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi jarak pandang yang dapat terganggu akibat asap berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di perairan.
“Bagi warga yang beraktivitas di perairan atau laut agar berhati-hati untuk mencegah terjadinya kecelakaan air atau laut,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan kondisi kualitas udara yang diterima dari BMKG Tanjung Harapan-Bulungan pada Minggu (30/08/2026) pukul 16.00 WITA, konsentrasi PM2.5 di wilayah Kabupaten Bulungan tercatat mencapai 131,4 μg/m³ dengan status tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
BPBD Nunukan juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 112 atau Call Center BPBD Nunukan di 0811-5379-995.
BPBD mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah perlindungan diri selama kondisi sebaran asap masih berlangsung.












