Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menghadiri Grand Final Kompetisi Debat Desentralisasi Antar Pelajar SMA/SMK/MA se-Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Jumat (05/06/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Konsolidasi Demokrasi: Tolak Buta Politik, Menyongsong Pemilu Nasional dan Serentak Lokal yang Berintegritas di Perbatasan” tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi secara ilmiah, serta memperdalam pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan.
Dalam kesempatan itu, Arpiah memberikan apresiasi kepada Bawaslu Nunukan yang dinilainya konsisten menghadirkan program pendidikan politik bagi generasi muda.
Menurutnya, pembelajaran demokrasi tidak cukup hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi harus ditanamkan sejak usia sekolah agar lahir generasi yang memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
“Melalui forum debat seperti ini, para pelajar belajar menyampaikan pendapat secara santun, menghargai perbedaan pandangan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan melalui dialog. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi demokrasi yang sehat,”. kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Sabtu (06/06/2026).
Politisi PKS itu menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan.
Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir rasional, wawasan kebangsaan yang kuat, serta integritas dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.
“Generasi muda adalah aset terbesar yang kita miliki. Mereka bukan hanya calon pemilih, tetapi juga calon pemimpin yang kelak akan menentukan masa depan daerah dan negara. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami demokrasi secara benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun praktik-praktik politik yang tidak sehat,” ujarnya.
Arpiah juga menyoroti posisi Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, pelajar di wilayah perbatasan harus mampu bersaing, memiliki daya kritis, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Anak-anak Nunukan harus percaya diri. Mereka memiliki potensi yang sama dengan pelajar di daerah lain. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap lahir generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi yang berintegritas,” jelasnya.
Ia berharap kompetisi debat tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya diskusi yang sehat di kalangan pelajar.
Dengan terbiasanya generasi muda menyampaikan gagasan secara argumentatif dan berdasarkan data, kualitas demokrasi di masa depan diyakini akan semakin baik.
Kegiatan Grand Final Debat Desentralisasi Antar Pelajar tersebut berlangsung meriah dengan diikuti para finalis terbaik dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Nunukan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi politik yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran demokrasi serta partisipasi generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arpiah menegaskan, DPRD Kabupaten Nunukan melalui Fraksi PKS akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada penguatan literasi demokrasi, pendidikan politik, dan pengembangan kapasitas generasi muda sebagai investasi penting untuk mewujudkan Nunukan yang maju, berdaya saing, dan berintegritas.












