Nunukan

Penjualan Kendaraan Baru di Nunukan Lesu, Tren Ekonomi Masyarakat Jadi Sorotan

×

Penjualan Kendaraan Baru di Nunukan Lesu, Tren Ekonomi Masyarakat Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pasar kendaraan baru di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami perlambatan sepanjang 2026. Hingga pertengahan Juli, jumlah kendaraan baru yang masuk dalam pencatatan daerah baru mencapai sekitar 13.700 unit.

Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah kendaraan baru yang terdaftar mencapai 66.549 unit, sementara pada 2024 tercatat sebanyak 60.984 unit.

Kepala UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kelas A Wilayah Nunukan, Samsul, mengatakan penurunan tersebut menjadi gambaran adanya perubahan pola belanja masyarakat.

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2026 ini memang mengalami penurunan yang cukup jauh,” kata Samsul kepada MataKaltara.com, Selasa (21/07/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor otomotif, tetapi juga erat kaitannya dengan kemampuan ekonomi masyarakat.Selama ini, sebagian besar perputaran ekonomi masyarakat Nunukan masih ditopang sektor komoditas seperti rumput laut dan kelapa sawit.

Namun, kenaikan harga komoditas belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan pembelian kendaraan.

“Biasanya ketika harga komoditas naik, pembelian kendaraan juga ikut meningkat. Tetapi tahun ini belum terlihat dampaknya,” jelasnya.

Samsul menduga masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan pendapatan. Kebutuhan pokok menjadi prioritas utama dibandingkan membeli kendaraan baru.

“Kondisinya kemungkinan masyarakat lebih memilih memenuhi kebutuhan sehari-hari terlebih dahulu,” tuturnya.

Selain faktor daya beli, kenaikan harga barang juga disebut ikut menekan kemampuan masyarakat untuk melakukan pembelian barang bernilai besar.

Menurut Samsul, harga sejumlah kebutuhan di Nunukan cukup dinamis karena sebagian pasokan masih bergantung pada barang dari Malaysia. Perubahan nilai tukar rupiah terhadap ringgit turut memengaruhi harga di pasaran.

“Ketika harga kebutuhan naik, tentu masyarakat akan menghitung ulang pengeluaran mereka,” ucapnya.

Di tengah kondisi tersebut, kendaraan roda dua masih menjadi pilihan utama masyarakat Nunukan. Jumlah kendaraan roda dua tercatat jauh lebih dominan dibanding kendaraan roda empat.

Wilayah dengan pendaftaran kendaraan baru terbanyak berada di Kecamatan Nunukan, kemudian Kecamatan Sebatik.

Samsul juga menyebut kemungkinan sebagian masyarakat beralih membeli kendaraan bekas karena pertimbangan harga yang lebih terjangkau.

“Bisa saja masyarakat memilih kendaraan bekas karena lebih sesuai dengan kemampuan saat ini,” ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan data kendaraan baru yang dimiliki Bapenda hanya mencakup kendaraan yang terdaftar di Kabupaten Nunukan.

Kendaraan dengan pelat nomor luar daerah yang beroperasi di Nunukan tidak masuk dalam pencatatan tersebut.

“Kalau kendaraan terdaftar di daerah lain, tetap tercatat di daerah asalnya meskipun digunakan di Nunukan,” pungkasnya.

Bapenda, lanjutnya, hanya memiliki kewenangan dalam pelayanan administrasi dan pemeriksaan kepatuhan pajak kendaraan. Sementara penindakan terhadap kendaraan yang belum melakukan mutasi menjadi kewenangan aparat kepolisian.

Penurunan pembelian kendaraan baru tahun ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melihat kembali kondisi daya beli masyarakat serta faktor ekonomi yang memengaruhi aktivitas konsumsi di Nunukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page