Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Banjir yang merendam empat kecamatan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, pada Senin (13/07/2026), telah surut sepenuhnya. Aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, dan kegiatan belajar mengajar kini kembali berjalan normal.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan hasil pemantauan pada Selasa (14/07/2026) menunjukkan seluruh wilayah terdampak sudah terbebas dari genangan.
“Alhamdulillah, kondisi banjir di wilayah Sebatik hari ini sudah surut total. Aktivitas masyarakat, sekolah, dan pemerintahan telah kembali berjalan normal,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Rabu (15/07/2026).
Ia menjelaskan, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Pulau Sebatik sejak Senin dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Timur.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan sungai meluap dan menggenangi sejumlah permukiman warga. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai hampir satu meter,” ujarnya.
Data BPBD Kabupaten Nunukan mencatat lebih dari 200 rumah terdampak banjir, termasuk fasilitas ibadah dan kantor pemerintahan desa. Selain itu, lahan pertanian dan persawahan warga juga ikut terendam.
“Selain rumah warga, sejumlah kantor desa juga terdampak. Beberapa peralatan elektronik mengalami kerusakan karena terendam air dan terjadi korsleting listrik,” jelasnya.
Meski menyebabkan kerugian materiil, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
“Syukurnya tidak ada korban jiwa dan tidak ada masyarakat yang sampai mengungsi akibat kejadian ini,” tuturnya.
Selama proses penanganan, BPBD Nunukan mengerahkan 13 personel yang bekerja sama dengan Pos Damkar Pulau Sebatik, aparat desa, aparat kecamatan, dan masyarakat.
“Tim gabungan melakukan pemantauan di lokasi terdampak, membantu pompanisasi rumah warga, mengevakuasi barang-barang dan peralatan kantor, serta membersihkan material sisa banjir,” ucapnya.
Hasanuddin mengakui proses penanganan sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama karena luasnya wilayah terdampak dan keterbatasan armada serta peralatan yang tersedia di Pulau Sebatik.
“Wilayah yang terdampak cukup luas, sementara peralatan dan armada yang ada masih terbatas. Namun kami berupaya memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar penanganan bisa berjalan secepat mungkin,” ungkapnya.
Meski kondisi telah normal, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Ikuti informasi peringatan dini cuaca yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah dan BMKG sehingga masyarakat dapat mengantisipasi lebih awal,” pungkasnya.












