Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026 di Kabupaten Nunukan resmi dimulai.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Juli 2026, mengusung konsep MPLS Ramah Sekolah dengan menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah Kabupaten Nunukan, Erlina, mengatakan pelaksanaan MPLS hari pertama lebih difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru.
“Di hari pertama lebih banyak mengenal ruangan, seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, kemudian ruangan lainnya. Setelah itu akan ada kegiatan-kegiatan lain yang sudah dijadwalkan,” kata Erlina kepada MataKaltara.com, Rabu (15/07/2026).
Menurutnya, MPLS menjadi bagian penting bagi siswa, terutama bagi mereka yang memasuki jenjang pendidikan baru.
Selain membantu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga memberikan pemahaman terkait program sekolah, mengenal tenaga pendidik, hingga membangun hubungan awal antara siswa dan guru.
“Kalau anak-anak baru masuk, apalagi ada peningkatan dari SD ke SMP, mereka perlu tahu sekolah barunya seperti apa, program-program apa yang ada, dan mengenal lingkungan sekolahnya,” jelasnya.
Erlina menyebutkan, MPLS tahun ini lebih diarahkan pada pembentukan karakter peserta didik.
Sejumlah materi edukasi diberikan, di antaranya sosialisasi anti-bullying, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta upaya membangun budaya sekolah yang positif.
“Kami berharap budaya aman dan nyaman di sekolah itu terbentuk. Bagaimana kita membantu membentuk karakter anak-anak siswa kita, baik SD maupun SMP,” ucapnya.
Ia menegaskan, dalam pelaksanaan MPLS Ramah Sekolah tidak boleh ada praktik perpeloncoan maupun kegiatan yang bersifat negatif terhadap siswa baru.
“MPLS sekarang ini adalah MPLS ramah sekolah. Kita berharap tidak ada lagi anak-anak dibebani dengan hal-hal yang nyeleneh, termasuk peloncoan,” tuturnya.
Dengan konsep tersebut, Dinas Pendidikan Nunukan berharap siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.
“Harapan kami anak-anak merasa nyaman di sekolah, menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, dan guru-guru menjadi orang tua kedua bagi mereka,” pungkasnya.












