Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Lumbis tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan daerah.
Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, bersama istrinya yang juga Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny. Susanti Hermanus, menyambangi sejumlah stand UMKM di area parkir Lapangan Aji Kuning, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Senin (17/08/2026).
Didampingi para tamu undangan, Hermanus berkeliling melihat langsung berbagai produk yang ditampilkan masyarakat.Tidak sekadar melihat, ia bersama Susanti juga membeli sejumlah produk kerajinan dan makanan olahan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM.
Berbagai kerajinan khas daerah tampak menghiasi stand, mulai dari produk anyaman, kain dengan motif khas daerah hingga aksesori berbahan manik-manik.
Bagi Hermanus, keberadaan produk-produk tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Nunukan, khususnya di wilayah perbatasan, memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus sarana mempertahankan identitas budaya daerah.
“Kita melihat kreativitas masyarakat cukup baik. Produk-produk yang dihasilkan memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi,” kata Hermanus kepada MataKaltara.com, Rabu (19/08/2026).
Namun, menurutnya, pengembangan UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam proses produksi kerajinan yang sebagian besar masih dilakukan secara manual.
Kondisi tersebut membuat waktu pengerjaan menjadi lebih lama. Dampaknya, kapasitas produksi terbatas dan harga produk cenderung lebih tinggi dibandingkan barang sejenis yang diproduksi dengan dukungan peralatan modern.
“Untuk saat ini hasil kerajinan masih dikerjakan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan satu produk. Akibatnya, harga juga terbilang lebih tinggi dari pasaran,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Hermanus mengatakan Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berupaya memberikan dukungan melalui pengadaan peralatan atau mesin yang dapat membantu para pengrajin meningkatkan proses produksinya.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berusaha mengalokasikan anggaran untuk membantu pengadaan mesin yang dapat mempermudah para pengrajin dalam proses pembuatan karya-karya mereka,” tuturnya.
Menurut Hermanus, dukungan peralatan bukan semata-mata untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi dan membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia berharap UMKM di daerah tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi secara bertahap dapat meningkatkan kualitas, kuantitas dan daya saing sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
“Harapannya, dengan adanya dukungan tersebut, kapasitas produksi masyarakat bisa meningkat dan produk yang dihasilkan semakin mampu bersaing,” pungkasnya.
Kunjungan Hermanus dan Susanti ke stand UMKM juga menjadi pesan bahwa pemerintah daerah ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha masyarakat.Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan UMKM berbasis kerajinan lokal dinilai memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Produk anyaman, kain bermotif khas serta kerajinan manik-manik bukan hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat yang perlu terus dilestarikan.
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lumbis pun menjadi salah satu ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan kreativitas mereka kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar baru.
Pemkab Nunukan berharap dukungan terhadap sektor UMKM dapat terus diperkuat sehingga kreativitas masyarakat mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.












