Pemkab Nunukan

Rakor Perbatasan 2026, Pemkab Nunukan Perkuat Sinergi Bangun Wilayah Terdepan RI

×

Rakor Perbatasan 2026, Pemkab Nunukan Perkuat Sinergi Bangun Wilayah Terdepan RI

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Tahun 2026 yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/05/2026).

Rakor strategis tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, unsur Forkopimda, OPD, instansi vertikal, akademisi hingga tokoh masyarakat.

Forum koordinasi itu dibuka secara resmi oleh Ingkong Ala dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya penguatan sinergi pembangunan kawasan perbatasan di wilayah utara Indonesia.

Dalam sambutannya, Ingkong Ala menegaskan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki posisi strategis sebagai wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia.

Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya sebatas pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga berkaitan erat dengan penguatan kedaulatan negara, identitas kebangsaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perbatasan adalah wajah Indonesia di mata negara tetangga. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak,” kata Ingkong kepada MataKaltara.com, Minggu (17/05/2026).

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menyoroti masih kompleksnya persoalan di wilayah perbatasan, mulai dari penyelundupan barang ilegal, peredaran narkoba, perdagangan orang hingga ketimpangan sosial dan kemiskinan.

Menurut Hermanus, pembangunan kawasan perbatasan harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kawasan perbatasan merupakan simbol hadirnya negara. Maka pembangunan di wilayah ini harus benar-benar dirasakan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun keamanan,” jelasnya.

Ia berharap Rakor Pembangunan Kawasan Perbatasan Tahun 2026 mampu melahirkan langkah konkret dan sinkronisasi program lintas sektor agar pembangunan di wilayah perbatasan semakin terarah dan tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, menyampaikan bahwa Nunukan memiliki potensi besar menjadi gerbang perdagangan internasional dan pusat logistik di wilayah utara Kalimantan.

Ia menilai penguatan konektivitas jalan, pelabuhan, energi, telekomunikasi, pendidikan serta pengembangan ekonomi lokal menjadi prioritas utama dalam mendorong transformasi kawasan perbatasan yang maju dan berdaya saing.

Pemkab Nunukan juga memberikan apresiasi kepada tim peneliti UGM yang dipimpin Mudrajad Kuncoro atas kontribusi kajian strategis dalam mendukung arah pembangunan kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap lahir komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan kawasan perbatasan yang aman, maju, sejahtera dan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara sebagai beranda depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page