Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TAWAU – Kerja sama strategis media lintas negara Indonesia dan Malaysia resmi dimulai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Ruang Serbaguna Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Sabtu (09/05/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, bersama anggota Komisi I DPRD Kaltara Ladullah, serta sejumlah pimpinan media dari Kalimantan Utara dan Sabah.
Pertemuan berlangsung di Tawau dan menjadi momentum penting penguatan kolaborasi informasi di wilayah perbatasan dua negara.
Dalam keterangannya, Jufri Budiman menegaskan bahwa kerja sama media lintas negara memiliki peran strategis dalam memperkuat arus informasi, khususnya bagi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami dapat menghadiri penandatanganan MoU kerja sama media di Malaysia. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan kebebasan pers yang bertanggung jawab sekaligus memberikan edukasi informasi yang positif bagi masyarakat kedua negara,” kata Jufri kepada MataKaltara.com, Selasa (12/05/2026).
Ia menilai sinergi media ini dapat menjadi pintu masuk memperluas promosi potensi daerah Kalimantan Utara ke Sabah, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan bisnis.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi gerbang penyebaran informasi yang lebih luas, sehingga produk dan potensi Kaltara dapat dikenal masyarakat Sabah, begitu pula sebaliknya. Ini akan membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Dari pihak Malaysia, kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pembangunan Belia, Kemajuan Sukan dan Ekonomi Kreatif Sabah merangkap ADUN N.68 Apas, Nizam DSP Abu Bakar Titingan, serta Pembantu Menteri Wanita, Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat merangkap ADUN N.70 Kukusan, Rina Haji Jainal.
Turut hadir Kepala Perwakilan RI di Tawau, Dino Nurwahyudin, yang menegaskan pentingnya peran media sebagai salah satu pilar pembangunan dan demokrasi.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung isu ekonomi, ketahanan pangan, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan.
“Di era teknologi informasi saat ini, media memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan bilateral melalui penyebaran informasi yang konstruktif,” jelasnya.
Kerja sama ini melibatkan perusahaan media Indonesia dan Malaysia, yaitu PT Wira Nuswantara Actadiurna bersama Misi Faza Sdn. Bhd., Tuntas Media Sdn. Bhd., dan Sri Melati Media Sdn. Bhd. dalam jaringan kolaborasi “Satu Borneo”.
Melalui MoU ini, para pihak sepakat memperkuat pertukaran informasi, peningkatan kapasitas jurnalistik, serta promosi potensi ekonomi dan budaya lintas negara.












