Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara menegaskan dukungan kuat terhadap penerapan sistem hybrid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA, SMK, dan SLB Tahun Ajaran 2026/2027 di Kalimantan Utara.
Hal ini disampaikan saat sosialisasi yang digelar di SMAN 1 Tarakan, Tarakan, Selasa (05/05/2026).
Wakil Ketua Komisi IV, Syamsuddin Arfah, menegaskan sistem hybrid menjadi langkah strategis untuk menjangkau seluruh calon peserta didik.
Menurutnya, digitalisasi harus berjalan beriringan dengan realitas kondisi wilayah.
“Transformasi digital di sektor pendidikan memang penting, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi geografis Kaltara. Sistem hybrid adalah bentuk keberpihakan pada pemerataan akses pendidikan,” kata Syamsuddin kepada MataKaltara.com, Rabu (06/05/2026).
Ia menambahkan, penerapan sistem ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas server sekaligus memberikan ruang bagi sekolah membantu masyarakat secara langsung.
“Sekolah harus menjadi pusat layanan informasi. Jangan sampai orang tua kebingungan menghadapi sistem baru,” ujarnya.
Komisi IV juga mendorong koordinasi intens antara Dinas Pendidikan, sekolah, dan pemerintah daerah agar pelaksanaan SPMB berjalan lebih siap dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kami ingin pelaksanaan tahun ini lebih matang, lebih rapi, dan lebih ramah bagi masyarakat,” pungkasnya.












