Nunukan

Arpiah Kecam Keras Dugaan Penyekapan dan Kekerasan Seksual Mahasiswi Nunukan di Makassar

×

Arpiah Kecam Keras Dugaan Penyekapan dan Kekerasan Seksual Mahasiswi Nunukan di Makassar

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Nunukan yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

Arpiah menegaskan, peristiwa tersebut merupakan tindakan kejahatan serius yang tidak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis bagi korban.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh agar korban mendapatkan perlindungan maksimal.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras dugaan penyekapan serta kekerasan seksual ini. Kami terus memantau proses pendampingan terhadap korban, baik dari sisi perlindungan, pemulihan psikologis, maupun penanganan hukumnya,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya, DPRD memastikan korban mendapat perhatian serius dari seluruh pihak agar mampu melewati masa sulit dengan dukungan yang memadai.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah bersama pihak terkait yang telah bergerak memberikan bantuan serta pendampingan sejak awal kasus mencuat.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya, khususnya perempuan dan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Kami mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah dan pihak terkait yang telah memberikan bantuan serta pendampingan. Ini harus terus diperkuat sampai korban benar-benar pulih dan mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Arpiah turut mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang berpotensi memperburuk kondisi psikologisnya.

Ia menekankan bahwa keselamatan dan pemulihan korban harus menjadi prioritas bersama.

“Kepada masyarakat, kami menghimbau agar tidak menyebarkan identitas korban. Jangan sampai rasa ingin tahu justru memperparah kondisi korban. Kita semua harus menjaga dan melindungi,” imbuhnya.

DPRD Nunukan berharap korban dapat segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis, serta memperoleh perlindungan hukum yang sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya proses hukum berjalan tuntas, transparan, dan memberikan efek jera kepada pelaku.

“Proses hukum harus berjalan tegas, transparan, dan memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Lebih jauh, Arpiah menilai peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat edukasi, pengawasan, serta sistem perlindungan terhadap perempuan dan generasi muda, khususnya mereka yang berada jauh dari keluarga demi pendidikan maupun pekerjaan.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Perlindungan terhadap perempuan dan generasi muda harus semakin diperkuat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page