Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika digelar di Kecamatan Sebuku, wilayah Kabudaya.
Kegiatan yang dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan ini memadukan edukasi bahaya narkoba dengan bazar sembako murah bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Triwahyuni menegaskan bahwa ancaman narkotika kini semakin meluas dan tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan.
Ia menyebut, desa dan kawasan perbatasan juga mulai menjadi sasaran peredaran, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama.
“Pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga dan lingkungan masyarakat harus ikut terlibat aktif, karena anak-anak kita berada di tengah lingkungan sosial setiap hari,” kata Triwahyuni kepada MataKaltara.com, Rabu (13/05/2026).
Ia menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menjaga generasi muda.
Menurutnya, peran ibu rumah tangga sangat penting karena memiliki kedekatan emosional dengan anak sehingga dapat lebih cepat mendeteksi perubahan perilaku.
“Ibu rumah tangga adalah garda terdepan dalam keluarga. Dengan komunikasi yang baik, perhatian, dan pengawasan yang konsisten, anak-anak bisa terhindar dari pengaruh lingkungan negatif,” ujarnya.
Triwahyuni juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak agar tidak muncul jarak yang membuat anak mencari pelarian di luar rumah.
“Orang tua harus menyediakan waktu untuk berdialog dengan anak. Ketika anak merasa didengar, mereka akan lebih terbuka dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang salah,” jelasnya.
Ia menilai edukasi mengenai bahaya narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat RT dan desa agar kesadaran masyarakat terus meningkat.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan kompak, ruang gerak peredaran narkotika akan semakin sempit,” tuturnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bazar sembako murah sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga yang masih menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok.
“Kami memahami beban masyarakat saat ini cukup berat. Bazar sembako murah ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan inflasi daerah,” ucapnya.
Triwahyuni menambahkan, kegiatan sosper diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman regulasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin sosialisasi perda tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias warga. Selain mengikuti sesi edukasi, masyarakat juga memanfaatkan bazar untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.












