Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Keluarga dinilai membutuhkan arah yang jelas agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah perubahan zaman. Tidak hanya soal hubungan antaranggota keluarga, ketahanan rumah tangga juga berkaitan dengan kemampuan membangun ekonomi yang mandiri.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Kalimantan Utara, Arpiah, saat Temu Keluarga Tangguh yang digelar BIPEKA DPW PKS Kaltara bersama DPD PKS Nunukan di Sekretariat DPD PKS Nunukan, Sabtu (08/08/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Generasi di Era Digital” tersebut menjadi ruang bagi perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM untuk membahas tantangan keluarga sekaligus peluang memperkuat kemandirian ekonomi.
Arpiah mengatakan keluarga perlu memiliki konsep serta visi dan misi yang jelas. Menurutnya, keluarga yang memiliki tujuan bersama akan lebih mudah menentukan langkah ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan rumah tangga agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Selain itu, kami juga ingin mendorong keluarga untuk memiliki strategi dalam meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Senin (10/08/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola kehidupan keluarga. Akses informasi yang semakin terbuka memberikan banyak manfaat, tetapi juga menuntut orang tua meningkatkan pendampingan terhadap anak.
Karena itu, keluarga tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan, tetapi juga perlu membangun komunikasi agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Arpiah menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengasuhan, tetapi juga dapat diperkuat melalui pemberdayaan ekonomi.
“Keluarga yang kuat membutuhkan komunikasi yang baik, ketahanan moral, sekaligus kemampuan untuk berdiri secara ekonomi,” jelasnya.
Menurut Arpiah, pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi bagian penting karena banyak perempuan memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan dari lingkungan rumah. Produk makanan, kerajinan, maupun usaha skala kecil dapat menjadi sumber tambahan pendapatan apabila mendapatkan pendampingan dan akses pasar.
Karena itu, Temu Keluarga Tangguh juga dirangkaikan dengan bazar yang melibatkan pelaku UMKM Nunukan binaan Rumah Keluarga Indonesia (RKI).
Bazar tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Bagi Arpiah, kegiatan semacam ini penting agar pemberdayaan keluarga tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga diwujudkan dalam aktivitas ekonomi yang nyata.
Politisi PKS itu, berharap semakin banyak keluarga di Nunukan yang mampu mengembangkan potensi ekonominya tanpa mengabaikan penguatan nilai dan komunikasi di dalam rumah tangga.
“Ketahanan keluarga harus dibangun bersama. Kita ingin keluarga bukan hanya kuat secara moral, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.
Arpiah menambahkan, penguatan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, organisasi perempuan, serta keluarga sendiri memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi yang sehat, produktif dan memiliki karakter.












