Nunukan

Rembuk Stunting Desa Setabu Perkuat Evaluasi dan Sinergi Cegah Stunting

×

Rembuk Stunting Desa Setabu Perkuat Evaluasi dan Sinergi Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui evaluasi program yang telah berjalan di tingkat desa.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Rembuk Stunting Evaluasi Program dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, yang digelar di Aula Kantor Desa Setabu, Senin (14/09/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sebatik Barat, Fatmawati, bersama unsur pemerintah desa, kader, serta pihak terkait lainnya.

Rembuk stunting menjadi forum untuk melihat kembali pelaksanaan berbagai program yang selama ini dilakukan, sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Setabu.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sebatik Barat, Fatmawati, mengatakan, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh unsur, sehingga penanganannya tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.

“Evaluasi program sangat penting untuk melihat sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan dampak bagi masyarakat. Dari hasil evaluasi tersebut, kita dapat menentukan langkah selanjutnya agar program percepatan penurunan stunting semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga,” kata Fatmawati kepada MataKaltara.com, Selasa (15/09/2026).

Menurutnya, pemerintah desa, kader, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan berbagai upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, hasil evaluasi dalam rembuk tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat menjadi bahan dalam menyusun prioritas program dan intervensi berikutnya.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari penguatan edukasi kepada masyarakat, peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, hingga optimalisasi peran kader dalam memberikan pendampingan kepada keluarga.

Pemerintah Kecamatan Sebatik Barat juga mendorong pemerintah desa agar upaya pencegahan stunting terus diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan desa.

Langkah pencegahan, kata dia, perlu dilakukan sejak dini sehingga intervensi tidak hanya diberikan ketika persoalan stunting telah terjadi.

Melalui rembuk stunting, koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, kader dan masyarakat diharapkan semakin kuat.

Dengan evaluasi secara berkala dan program yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, upaya menekan angka stunting di Desa Setabu dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page