Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan SMANSA Adventure 2026 yang mengusung tema “Wisata Seni Wirausaha Mandiri, Kelola Limbah Menjadi Energi”.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana positif bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Arpiah yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan masa kini, di mana persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah membutuhkan perhatian serta inovasi dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga mengajarkan siswa untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, pelajar perlu diberikan ruang untuk mengeksplorasi ide dan kemampuan mereka sejak dini.
Melalui kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, seni, kewirausahaan, dan lingkungan tersebut, siswa dapat belajar mengenai pentingnya inovasi sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Arpiah mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Karena itu, sekolah perlu terus mendorong lahirnya program-program kreatif yang mampu membentuk karakter mandiri, inovatif, dan peduli terhadap kondisi sekitar.
“Anak-anak kita harus dibiasakan untuk melihat peluang dari setiap tantangan. Dari limbah saja mereka bisa belajar menciptakan energi dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Ini merupakan bekal yang sangat baik untuk masa depan,” ujarnya.
Politisi perempuan tersebut juga mengapresiasi pihak sekolah yang telah menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual.
Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori di dalam kelas.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan sehingga mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan seperti SMANSA Adventure ini, saya berharap lahir generasi yang berani berinovasi, memiliki semangat berwirausaha, dan mampu menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Kegiatan SMANSA Adventure 2026 sendiri menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar secara langsung mengenai pengelolaan limbah, pengembangan kreativitas, serta pemanfaatan berbagai sumber daya menjadi produk yang bernilai guna.
Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan.












