Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Sebanyak 43 siswa siswi angkatan XII SMK Kesehatan Putra Borneo Nunukan resmi dilantik, disumpah, dan diwisuda dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (15/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Kesra, Joko Santosa, yang mewakili Bupati Nunukan.
Dalam sambutannya, Joko Santosa menyampaikan bahwa prosesi pelantikan dan penyumpahan bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi merupakan pengukuhan moral dan profesionalisme sebagai calon tenaga kesehatan.
“Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan. Sumpah yang diucapkan mengandung tanggung jawab besar kepada Tuhan, masyarakat, dan profesi,” kata Joko kepada MataKaltara.com, Minggu (17/05/2026).
Ia menegaskan, Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan sangat membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, loyalitas, dan semangat pengabdian tinggi dalam melayani masyarakat.
“Nunukan membutuhkan sumber daya kesehatan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan pelayanan di daerah perbatasan. Kalian adalah bagian dari jawaban atas kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Joko Santosa juga mengingatkan para lulusan agar terus menjaga integritas dan tidak berhenti belajar seiring perkembangan teknologi di bidang kesehatan.
“Jaga kepercayaan masyarakat dengan kejujuran dan disiplin tinggi. Dunia kesehatan terus berkembang, sehingga kemampuan harus terus diasah melalui pendidikan lanjutan maupun pengalaman praktik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Putra Borneo Nunukan, Ns. Ria Angriani, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan siswa siswi menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada SMK Kesehatan Putra Borneo Nunukan.
“Para siswa telah melewati berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari praktik laboratorium, praktik kerja lapangan hingga ujian kompetensi,” ungkapnya.
Ria Angriani juga memotivasi para lulusan agar terus melanjutkan perjuangan dan tidak cepat berpuas diri setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMK.
“Wisuda ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi dan mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 43 siswa dinyatakan lulus dan diwisuda, terdiri dari 21 siswa jurusan Asisten Tenaga Kefarmasian dan 22 siswa jurusan Asisten Keperawatan.












