Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kemampuan memimpin tidak cukup hanya dengan keberanian mengambil keputusan. Seorang pemimpin juga dituntut mampu menyampaikan gagasan, meyakinkan orang lain, serta membangun komunikasi yang efektif.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, saat menjadi pemateri dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMPIT Ibnu Sina Nunukan, Sabtu (12/09/2026).
Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Lead Collaborate, Inspire: Bersama Tumbuh, Bersama Berkarya” tersebut, Arpiah membekali para siswa dengan materi public speaking.
Ia mendorong peserta tidak takut tampil dan menyampaikan pendapat di hadapan orang lain.
Menurut Arpiah, keberanian berbicara perlu dibangun sejak usia sekolah. Sebab, kemampuan tersebut akan menjadi salah satu modal ketika siswa nantinya berada dalam lingkungan organisasi, pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Pemimpin itu harus mampu menyampaikan apa yang dipikirkan dan apa yang ingin dilakukan. Kalau punya gagasan tetapi tidak mampu menyampaikannya dengan baik, tentu akan sulit mengajak orang lain bergerak bersama,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Minggu (13/09/2026).
Ia menekankan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara lantang di depan banyak orang. Lebih dari itu, siswa perlu belajar menyusun pesan dengan jelas, memahami siapa yang diajak berkomunikasi, serta menjaga sikap ketika menyampaikan pendapat.
Arpiah juga mengingatkan para peserta LDK agar tidak menjadikan rasa gugup sebagai alasan untuk menghindari kesempatan berbicara.
Menurutnya, kepercayaan diri terbentuk melalui keberanian untuk mencoba dan terus berlatih.
“Jangan takut salah ketika berbicara. Yang penting berani mencoba, mau belajar dan terus memperbaiki cara kita berkomunikasi,” ujarnya.
Ia menyebut pengalaman berorganisasi sejak sekolah dapat menjadi ruang awal bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab, bekerja dalam tim dan memahami cara menghargai pendapat orang lain.
Karena itu, Arpiah berharap LDK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial bagi calon pengurus OSIS. Pembekalan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar lebih percaya diri, komunikatif dan memiliki keberanian mengambil peran.
“Menjadi pemimpin bukan hanya soal posisi. Ada tanggung jawab di dalamnya. Karena itu, mulai dari sekarang harus belajar berkomunikasi, bekerja sama dan memberikan pengaruh yang positif,” pungkasnya.












