Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Utara melakukan silaturahmi dengan Ketua Muslimat NU Kalimantan Utara, Sumiati, Rabu (06/05/2026).
Pertemuan ini menitikberatkan pada penguatan ketahanan keluarga serta upaya perlindungan perempuan dan anak (PPA).
Kegiatan yang berlangsung di Tanjung Selor tersebut dihadiri jajaran pengurus Bipeka DPW PKS Kaltara bersama pengurus Bipeka DPD PKS Kabupaten Bulungan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dengan diskusi yang menyoroti berbagai tantangan sosial yang dihadapi perempuan dan keluarga di daerah.
Ketua Bipeka DPW PKS Kaltara, Arpiah, menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal, tetapi langkah awal membangun kolaborasi berkelanjutan.
“Silaturahmi ini menjadi ruang memperkuat ukhuwah sekaligus membuka peluang kerja sama nyata dalam pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Kamis (07/05/2026).
Ia menilai, organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga.
“Banyak persoalan sosial bermula dari keluarga. Karena itu, penguatan keluarga harus menjadi gerakan bersama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Menurut Arpiah, kolaborasi lintas organisasi penting agar program pemberdayaan perempuan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
“Kami melihat Muslimat NU memiliki jaringan yang kuat di masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas dampak program pemberdayaan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan, literasi keuangan, hingga pengembangan UMKM perempuan.
“Kemandirian ekonomi perempuan adalah fondasi penting ketahanan keluarga. Ketika ibu berdaya, keluarga ikut kuat,” tuturnya.
Selain isu ekonomi, perhatian besar juga diberikan pada perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan. Arpiah menilai pendampingan berbasis komunitas perlu diperkuat.
“Kita perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani melapor dan saling melindungi,” ucapnya.
Ketua Muslimat NU Kalimantan Utara, Sumiati, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kolaborasi antar organisasi perempuan sangat penting.
“Kami terbuka untuk bersinergi dalam program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Muslimat NU memiliki komitmen kuat dalam penguatan keluarga dan pendidikan perempuan.
“Ketahanan keluarga menjadi pondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya,” terangnya.
Sumiati juga menyoroti pentingnya pembinaan remaja sebagai bagian dari perlindungan generasi muda.
“Remaja membutuhkan pendampingan agar memiliki ketahanan moral dan mental di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi yang terjalin tidak berhenti pada pertemuan ini, tetapi berlanjut dalam program nyata di lapangan.
“Semoga silaturahmi ini menjadi awal kerja sama berkelanjutan untuk menghadirkan program yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, Bipeka PKS Kaltara berharap kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama melalui Muslimat NU dapat terus diperkuat dalam mendukung program pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak di Kalimantan Utara.












