Nunukan

Kabut Asap Mulai Masuk Nunukan, Musdalipah Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan Raya

×

Kabut Asap Mulai Masuk Nunukan, Musdalipah Bagikan Ribuan Masker ke Pengguna Jalan Raya

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabut asap mulai terasa mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Bau asap yang menyengat hingga kondisi udara yang membuat mata pedih dan napas tidak nyaman menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Nunukan dari Fraksi Gerindra, Hj. Siti Musdalipah.

Kondisi tersebut membuat wanita yang akrab disapa Hj. Ipah ini merespon cepat dengan turun ke jalan membagikan masker kepada pengguna kendaraan di jalan raya maupun pejalan kaki.

Bersama Komunitas Harapan Sahabat Milenial, ia membagikan sekira 3.000 pcs masker kepada pengendara dan warga yang melintas di kawasan pertigaan Pelabuhan Nunukan, pada Minggu (30/08/2026).

Hj. Ipah mengatakan, kabut asap sudah cukup terasa ketika warga beraktivitas di luar rumah. Bahkan, paparan asap mulai menimbulkan rasa perih pada mata dan membuat pernapasan tidak nyaman.

“Saya melihat kabut asap mulai tadi pagi. Kebetulan rumah saya menghadap laut dan Pulau Sebatik. Jadi kelihatan jelas kabut asapnya. Begitu tadi saya keluar rumah, asapnya sudah terasa. Mata pedih, sesak juga. Ini sudah sangat mengganggu aktivitas,” kata Hj. Ipah kepada MataKaltara.com, Minggu (30/08/2026).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, kondisi seperti itu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Lantaran masyarakat tetap harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah, sementara esok hari anak-anak juga akan menjalani kegiatan belajar di sekolah.

Terutama kata Hj. Ipah adalah bayi dan anak-anak yang dinilai lebih rentan apabila terus terpapar udara yang dipenuhi asap. Musdalipah mengaku perubahan kondisi udara tersebut bahkan bisa diamati dari rumahnya.

Pemandangan ke arah Pulau Sebatik yang biasanya terlihat jelas kini mulai tertutup kabut.

“Pagi ketika saya buka jendela, Pulau Sebatik itu sudah mulai samar. Begitu keluar siang hari, bau asap juga sangat terasa,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah tidak menunggu paparan asap memicu dan meningkatkan risiko terjadinya ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

“Jangan sampai nanti masyarakat sudah banyak yang sakit baru kita sibuk mencari solusi. Dari sekarang harus ada langkah antisipasi,” tuturnya.

Hj. Ipah menuturkan bahwa pembagian masker yang dilakukan bersama komunitasnya hanya merupakan upaya sementara untuk membantu mengurangi dampak paparan asap pada warga yang beraktivitas di luar rumah.

“Masker ini sifatnya darurat. Kita bantu masyarakat yang berada di jalan, tetapi pemerintah tetap harus mencari penanganan yang lebih konkret kalau asap ini terus bertahan,” ungkapnya.

Rencananya, pembagian masker akan kembali dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai terdampak asap cukup tebal, diantaranya kawasan Alun-alun Nunukan dan Jalan Lingkar Nunukan.

Di sisi lain, Hj. Ipah juga menyoroti kemungkinan asap yang masuk ke Nunukan berasal dari wilayah luar daerah Kaltara.

“Kalau kondisi masih seperti ini, saya maunya masker terus dibagikan. Kita lihat kondisi lingkungan dari hari ke hari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page