Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pertumbuhan ekonomi daerah yang hanya mencapai 4,82 persen dari target 5,5 persen mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah.
Dia menilai capaian tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi strategi pembangunan ekonomi.
Menurut Arpiah, kegagalan mencapai target pertumbuhan tidak boleh dianggap sebagai angka statistik biasa, melainkan sinyal bahwa fondasi ekonomi daerah masih perlu diperkuat.
“Ini menjadi catatan penting bagi DPRD. Target tidak tercapai berarti ada strategi yang harus diperbaiki,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Senin (30/03/2026).
Politisi partai PKS itu, menilai salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi belum optimal adalah belum maksimalnya pengembangan sektor unggulan daerah.Padahal, sektor unggulan seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Ia menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah melakukan terobosan agar potensi ekonomi yang ada benar-benar memberi dampak luas.
“Pengembangan sektor unggulan harus lebih serius. Potensi daerah besar, tetapi belum dimaksimalkan,” ujarnya.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya peningkatan daya saing daerah. Tanpa daya saing yang kuat, daerah dinilai sulit menarik investasi dan memperluas peluang usaha masyarakat.
Arpiah menegaskan bahwa penguatan iklim usaha, kemudahan perizinan, hingga dukungan infrastruktur harus berjalan beriringan agar ekonomi bisa tumbuh lebih cepat.
“Kita harus mampu menciptakan iklim ekonomi yang lebih kompetitif,” tuturnya.
Lebih lanjut, DPRD menilai perluasan basis ekonomi lokal menjadi kunci agar daerah tidak terlalu rentan terhadap tekanan eksternal.
Menurut Arpiah, ekonomi daerah tidak boleh bergantung pada sektor tertentu saja, tetapi harus diperluas agar lebih tangguh menghadapi perubahan kondisi global maupun nasional.
“Ekonomi harus diperluas dan diperkuat agar lebih tahan terhadap tekanan eksternal,” pungkasnya.
DPRD berharap catatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi ekonomi ke depan.
“Target harus realistis, strategi harus kuat, dan dampaknya harus dirasakan masyarakat,” ungkapnya.












