Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Nunukan untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat peran perempuan di dunia politik.
Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Warung Nura, Rabu (04/03/2026), para pengurus, dewan pakar, serta dewan pembina KPPI berkumpul dalam suasana penuh kehangatan dengan mengusung tema “Menjalin Silaturahmi Menguatkan Kepedulian dan Kebersamaan di Bulan Ramadan.”
Ketua KPPI Kabupaten Nunukan, Robiyanti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat soliditas perempuan yang aktif dalam dunia politik.
Menurutnya, KPPI memiliki peran strategis sebagai wadah yang mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan agar mampu berpartisipasi secara aktif dalam proses politik dan pembangunan daerah.
“Isu kesetaraan gender saat ini semakin menguat. Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di dunia politik. Karena itu, perempuan harus terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan,” kata Robiyanti kepada MataKaltara.com, Kamis ( 05/03/2026).
Ia menilai, meskipun regulasi telah mengatur kuota keterwakilan perempuan sebesar 30 persen dalam pemilihan umum maupun legislatif, implementasinya di lapangan masih kerap dianggap sekadar formalitas.
Karena itu, KPPI hadir sebagai jembatan untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan agar tidak hanya menjadi pelengkap dalam struktur politik, tetapi mampu berperan sebagai pengambil keputusan.
“Kami berharap ke depan keterwakilan perempuan tidak berhenti di angka 30 persen saja, tetapi bisa ditingkatkan hingga 50 persen,” tegasnya.
Robiyanti juga menekankan pentingnya keberanian perempuan, khususnya yang berada di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan, untuk terlibat aktif dalam politik dan pembangunan daerah.
Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pengambilan kebijakan, tetapi harus memiliki kepedulian, mentalitas yang kuat, serta pemahaman yang baik terhadap dinamika politik yang terus berkembang.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai momentum Ramadan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat solidaritas dan komitmen perjuangan perempuan lintas partai.
Ia berharap kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan tersebut mampu menyatukan semangat para perempuan politik untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
“Sebagai bagian dari KPPI, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada perempuan dan anak, bukan hanya sebatas wacana, tetapi juga diwujudkan melalui regulasi dan penganggaran yang nyata,” pungkasnya.
Arpiah juga berharap kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi para kader perempuan dalam menjalankan peran sebagai pelayan masyarakat yang amanah, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan di daerah.












