Nunukan

Tanamkan Nilai Konservasi Sejak Dini, SPTN Long Bawan Edukasi Pelajar di Sekolah Perbatasan

×

Tanamkan Nilai Konservasi Sejak Dini, SPTN Long Bawan Edukasi Pelajar di Sekolah Perbatasan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) terus mendorong tumbuhnya kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.Melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan, Balai TNKM menggelar rangkaian kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sejumlah sekolah di Kabupaten Nunukan.

Kegiatan yang berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 itu menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA, mulai dari kawasan Krayan hingga wilayah pesisir Nunukan.Kegiatan perdana dilaksanakan di SMPN 1 Krayan Selatan pada Kamis (18/06/2026).

Para pelajar mendapatkan pengenalan mengenai hutan dan kawasan TN Kayan Mentarang, termasuk pentingnya menjaga ekosistem serta mengenal keanekaragaman hayati yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Nunukan pada Senin (27/07/2026). Tim SPTN Wilayah I Long Bawan memberikan edukasi kepada siswa SMPN 2 Nunukan dan SMAN 1 Nunukan.

Materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan agar para siswa lebih mudah memahami pentingnya konservasi lingkungan.Kepala SPTN Wilayah I Long Bawan Balai TN Kayan Mentarang, Hery Gunawan, mengatakan edukasi konservasi perlu dilakukan sejak usia sekolah.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan kawasan konservasi kepada pelajar, tetapi juga membangun pengetahuan sejak dini mengenai satwa liar dan pentingnya menjaga ekosistem hutan di wilayah perbatasan,” kata Hery kepada MataKaltara.com, Rabu (12/08/2026).

Belajar Konservasi Sambil Bermain Antusiasme pelajar semakin terlihat ketika petugas menggelar sesi kuis mengenai flora dan fauna yang terdapat di kawasan TN Kayan Mentarang.

Para siswa diberikan kesempatan menjawab berbagai pertanyaan seputar satwa dan tumbuhan yang ada di kawasan konservasi.

Bagi siswa yang mampu menjawab dengan tepat, petugas memberikan cenderamata berupa boneka satwa ikonik TN Kayan Mentarang.Metode tersebut membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus mendorong keberanian siswa untuk berpartisipasi.

Setelah dari SMPN 2 Nunukan dan SMAN 1 Nunukan, kegiatan dilanjutkan ke SMAN 2 Nunukan pada Selasa (28/07/2026) dan SMAN 3 Nunukan pada Rabu (29/07/2026).Tim kemudian kembali ke wilayah Krayan dan menyambangi SMAN 1 Krayan Induk pada Kamis (30/07/2026).

Di sekolah tersebut, materi konservasi turut dikaitkan dengan pentingnya menjaga kearifan lokal masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam perlindungan hutan.Rangkaian kegiatan PLH akhirnya ditutup di SMPN 1 Nunukan pada Jumat (31/7/2026).

Hery berharap kegiatan edukasi lingkungan hidup dapat memberikan pemahaman kepada pelajar bahwa menjaga alam bukan hanya menjadi tugas petugas konservasi.

“Harapannya, anak-anak sejak dini sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memahami bahwa kelestarian hutan dan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Balai TN Kayan Mentarang berharap semakin banyak generasi muda di wilayah perbatasan yang mengenal, mencintai, dan turut menjaga kekayaan alam di lingkungannya.

Edukasi konservasi di sekolah juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di kawasan TN Kayan Mentarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page