Pemkab Nunukan

SPAB Digelar di SMPN 2 Nunukan, Pemkab Dorong Seluruh Sekolah Miliki Tim Siaga Bencana

×

SPAB Digelar di SMPN 2 Nunukan, Pemkab Dorong Seluruh Sekolah Miliki Tim Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Upaya membangun budaya sadar bencana terus diperkuat di lingkungan pendidikan. SMP Negeri 2 Nunukan melaksanakan Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Sekolah sebagai bagian dari implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Selasa (04/08/2026).

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta seluruh warga sekolah.

Mewakili Bupati Nunukan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya di setiap sekolah, mengingat Kabupaten Nunukan memiliki beragam potensi bencana.

“Daerah kita memiliki potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hingga gempa bumi. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, sehingga sekolah harus benar-benar menjadi tempat yang aman,” kata Raden kepada MataKaltara.com, Selasa (04/08/2026).

Menurutnya, sekolah tangguh bencana tidak hanya ditandai dengan tersedianya jalur evakuasi maupun alat pemadam kebakaran, tetapi juga kesiapan seluruh warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.

Ia meminta setiap sekolah memiliki rencana kesiapsiagaan, titik kumpul, jalur evakuasi, serta pembagian tugas yang jelas apabila terjadi bencana.

Selain itu, latihan dan simulasi harus dilakukan secara berkala agar guru maupun siswa memahami langkah penyelamatan diri.

“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong seluruh sekolah, terutama yang berada di wilayah rawan bencana, memiliki tim siaga bencana dan melaksanakan simulasi secara rutin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Nunukan, Arbain, mengatakan pelaksanaan SPAB merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.

Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga kemampuan sekolah melindungi peserta didik dari berbagai ancaman bencana.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun budaya sadar bencana, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah, memperkuat prosedur keselamatan, sekaligus mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Puskesmas, aparat keamanan, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat,” jelasnya.

Arbain berharap SMP Negeri 2 Nunukan dapat menjadi contoh penerapan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana di Kabupaten Nunukan sehingga budaya kesiapsiagaan dapat berkembang di seluruh sekolah.

Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana yang dipandu BPBD Kabupaten Nunukan bersama PMI.

Guru dan siswa mempraktikkan prosedur penyelamatan saat terjadi gempa bumi, mulai dari berlindung di tempat aman hingga melakukan evakuasi menuju titik kumpul sesuai jalur yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko korban saat terjadi bencana dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page