Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur terus mendorong penerapan transformasi digital dalam tata kelola administrasi pemerintahan desa. Salah satunya melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).
Monev tersebut dipimpin Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Sebatik Timur, Ebiet Asmawi, dengan menyasar empat desa di wilayah Kecamatan Sebatik Timur.
Kegiatan berlangsung selama dua hari. Pada Kamis (17/09/2026), tim kecamatan melakukan monitoring di Desa Sungai Nyamuk, Desa Tanjung Harapan, dan Desa Bukit Aru Indah. Selanjutnya, pada Jumat (18/09/2026), kegiatan dilanjutkan di Desa Tanjung Aru.
Ebiet mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan pemanfaatan aplikasi SRIKANDI dapat berjalan secara optimal di tingkat pemerintahan desa.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang masih dihadapi operator di lapangan.
“Melalui Monev dan pendampingan langsung ini, kami ingin memastikan para operator desa tidak berjalan sendiri. Bersama-sama, kita buktikan bahwa tata kelola kearsipan digital dari batas negeri bisa berdiri sejajar dan profesional,” kata Ebiet kepada MataKaltara.com, Sabtu (19/09/2026).
Tak hanya melakukan evaluasi, tim Kecamatan Sebatik Timur juga memberikan pendampingan secara langsung kepada operator desa.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan operator dalam mengoperasikan SRIKANDI, khususnya dalam pengelolaan persuratan dan kearsipan secara digital.
Penerapan SRIKANDI di tingkat desa diharapkan dapat mendukung administrasi pemerintahan yang lebih tertib, efektif dan terdokumentasi.
Sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pengelolaan dokumen secara konvensional.
Bagi Kecamatan Sebatik Timur yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital dinilai penting untuk memastikan pelayanan dan administrasi pemerintahan tetap berjalan secara profesional.
Melalui Monev dan pendampingan yang dilakukan secara berkala, Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur berharap penggunaan SRIKANDI di empat desa tersebut semakin optimal dan mampu memperkuat budaya kerja pemerintahan yang modern, tertib arsip, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.












