Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Belum genap sehari pendaftaran Beasiswa Harapan Energi Baru 2026 dibuka, muncul pihak yang mencatut program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dengan menawarkan kelulusan kepada calon penerima beasiswa dengan syarat membayar sejumlah uang.
Modus tersebut menyasar seorang mahasiswa asal Kabupaten Nunukan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Malang. Mahasiswa itu dihubungi seseorang yang mengaku dapat membantu agar dirinya lolos sebagai penerima beasiswa Pemkab Nunukan.
Kejadian tersebut diketahui setelah pihak keluarga mahasiswa melaporkannya kepada Pemkab Nunukan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Kabag Kesra Pemkab Nunukan, Khairil, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengingatkan mahasiswa maupun orang tua agar tidak percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan beasiswa dengan meminta imbalan.
“Calon penerima beasiswa kita imbau untuk tidak percaya dengan iming-iming seperti ini. Terlebih kalau ada yang meminta imbalan, jangan dipercaya. Pemkab Nunukan tidak memungut biaya apa pun dalam proses pendaftaran,” ujar Khairil, Senin (14/09/2026).
Menurut Khairil, pihak yang menghubungi mahasiswa tersebut menawarkan bantuan agar bisa langsung lolos mendapatkan beasiswa. Namun, untuk mendapatkan bantuan itu, mahasiswa diminta terlebih dahulu melakukan pembayaran.
“Jadi ada yang menghubungi dan mengatakan bisa membantu supaya langsung lolos mendapatkan beasiswa, tetapi harus membayar terlebih dahulu,” katanya.
Upaya tersebut tidak berlanjut setelah mahasiswa yang dihubungi mencurigai tawaran tersebut. Bahkan, orang yang menelepon belum sempat menyebutkan berapa nominal uang yang harus dibayarkan.
“Belum sempat disebutkan nominal yang diminta, anaknya segera mematikan telepon tersebut karena curiga,” ungkap Khairil.
Khairil menegaskan, tidak ada jalur khusus maupun pihak yang dapat menjamin seseorang lolos sebagai penerima Beasiswa Harapan Energi Baru 2026. Seluruh calon penerima tetap harus mengikuti mekanisme dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
“Kalau ada yang mengatasnamakan pemerintah dan meminta uang untuk meloloskan beasiswa, jangan dilayani. Segera laporkan kepada kami. Dalam proses seleksi kita tidak meminta biaya apa pun dan pure harus melalui persyaratan yang telah disediakan,” tegasnya.
Pemkab Nunukan tahun ini mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5 miliar untuk berbagai skema beasiswa. Program tersebut mencakup beasiswa prestasi akademik dan non akademik, mahasiswa lokal Nunukan, penyelesaian tugas akhir, pendidikan profesi dan spesialis, hingga bantuan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta penerima dalam kondisi khusus.
Pendaftaran Beasiswa Harapan Energi Baru Tahun 2026 dibuka mulai 14 September hingga 14 Oktober 2026 dan dilakukan secara Daring.
Pemkab Nunukan mengingatkan calon penerima untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan, tata cara pendaftaran dan proses seleksi melalui kanal resmi pemerintah.
“Masyarakat juga diminta tidak menyerahkan uang kepada siapa pun yang mengaku dapat membantu atau menjamin kelulusan. Apabila menemukan tawaran serupa, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada Pemkab Nunukan,” tutur Khairil.












