Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Perekonomian Kabupaten Nunukan menunjukkan tren positif pada Triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 3,95 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyampaikan bahwa secara triwulanan perekonomian Nunukan juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,66 persen dibandingkan Triwulan I 2026.
Capaian tersebut tercermin dari aktivitas produksi, konsumsi, hingga investasi yang masih bergerak positif sepanjang periode tersebut.
“Pada Triwulan II 2026, nilai PDRB Kabupaten Nunukan atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,59 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp4,95 triliun,” kata Iskandar kepada MataKaltara.com, Kamis (10/09/2026).
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Nunukan ditopang oleh sejumlah sektor yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi.Jasa Perusahaan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 24,78 persen.
Selanjutnya, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 21,17 persen, sedangkan Real Estat tumbuh sebesar 20,35 persen.
Meski sektor jasa dan aktivitas ekonomi lainnya mengalami penguatan, struktur ekonomi Nunukan masih sangat bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam.
BPS mencatat Pertambangan dan Penggalian masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Nunukan, yakni 47,26 persen.
Posisi berikutnya ditempati sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 21,04 persen.
Dengan demikian, kedua sektor tersebut secara bersama-sama menyumbang lebih dari dua pertiga struktur perekonomian Kabupaten Nunukan.
Selain itu, lima lapangan usaha utama, yakni Pertambangan dan Penggalian; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Konstruksi; Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, memberikan kontribusi mencapai 90,36 persen terhadap PDRB Nunukan.
Menurut Iskandar, struktur tersebut memperlihatkan bahwa Nunukan memiliki basis ekonomi yang kuat pada sektor sumber daya alam.
Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan industri pengolahan, perdagangan, jasa, serta sektor produktif lainnya.
Konsumsi Pemerintah dan Investasi Ikut Mendorong
Jika dilihat dari sisi pengeluaran, seluruh komponen utama menunjukkan pertumbuhan positif.
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,11 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas pemerintah turut memberikan dorongan terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau indikator yang menggambarkan investasi dalam bentuk aset tetap tumbuh sebesar 5,64 persen.Di sisi lain, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,82 persen.
Pertumbuhan pada ketiga komponen tersebut menggambarkan adanya aktivitas ekonomi melalui belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, pembangunan, serta investasi di Kabupaten Nunukan.
Kontribusi Nunukan ke Ekonomi Kaltara Capai 27,05 Persen
Secara regional, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 4,96 persen secara y-on-y.
Dengan pertumbuhan sebesar 3,95 persen, ekonomi Nunukan masih berada 1,01 poin persentase di bawah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara.
Pada periode yang sama, PDRB Kalimantan Utara mencapai Rp42,47 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp19,79 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Namun demikian, Nunukan tetap memiliki posisi penting dalam perekonomian provinsi. Kontribusi PDRB Kabupaten Nunukan terhadap perekonomian Kalimantan Utara mencapai 27,05 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Nunukan belum melampaui pertumbuhan provinsi, aktivitas ekonomi Nunukan tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja ekonomi Kalimantan Utara.
Ke depan, momentum pertumbuhan tersebut perlu dijaga melalui penguatan sektor-sektor produktif, peningkatan investasi, serta optimalisasi berbagai potensi unggulan daerah.
BPS Kabupaten Nunukan juga terus menyediakan data statistik ekonomi yang akurat sebagai salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.












