Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Pulau Nunukan pada Senin (03/08/2026) dini hari memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan.
Sedikitnya 317 rumah warga terdampak banjir, sementara longsor mengakibatkan satu rumah rusak berat dan mengancam tiga rumah lainnya.
Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan hujan terjadi mulai sekitar pukul 03.50 hingga 06.22 Wita.
Tingginya curah hujan menyebabkan debit air meningkat hingga menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar 60 sentimeter hingga 1 meter, bahkan mencapai sekitar 1,2 meter di kawasan Pasar Baru.
“Berdasarkan hasil kaji cepat, banjir terjadi di Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, Kelurahan Nunukan Selatan, Nunukan Timur, Nunukan Barat, dan Nunukan Tengah. Sementara tanah longsor terjadi di dua titik di wilayah Sei Fatimah,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Selasa (04/08/2026).
Data sementara BPBD mencatat sekitar 200 rumah terendam di kawasan Pasar Baru, 80 rumah di Sei Fatimah, dan 37 rumah di Jalan Lumba-Lumba. Selain itu, satu pagar rumah mengalami kerusakan ringan akibat banjir.
Longsor juga menyebabkan satu rumah warga di kawasan eks Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sei Fatimah mengalami rusak berat. Tiga rumah lainnya di sekitar jalan masuk SMK Sei Fatimah berada dalam kondisi terancam apabila terjadi longsor susulan. Di lokasi berbeda, satu rumah mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon tumbang.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Satu jembatan di Jalan Fatahillah mengalami kerusakan sedang, sementara jembatan di Jalan Lumba-Lumba mengalami kerusakan ringan. Longsor turut merusak dinding penahan tanah di kawasan Sungai Bolong serta badan Jalan Sei Fatimah.
Di sektor pertanian, banjir mengakibatkan sekitar 60 hektare sawah yang baru ditanami mengalami kerusakan, terdiri dari 25 hektare di Sei Apuk, 15 hektare di Binusan, dan 20 hektare di Sei Fatimah.
BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penanganan awal berupa penyedotan air yang masih menggenangi rumah warga, pembersihan material sisa banjir, membantu evakuasi harta benda masyarakat, serta melakukan pendataan terhadap warga dan aset terdampak.
Hasanuddin menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, BPBD merekomendasikan percepatan penanganan infrastruktur yang rusak, pengerahan personel dan peralatan, serta penetapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi untuk Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan guna mengantisipasi dampak bencana susulan.
“Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir maupun longsor diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi cuaca kembali memburuk,” pungkasnya.












