Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, menerima kunjungan edukatif siswa SMA Muhammadiyah Nunukan di kantor DPRD Nunukan, Senin (11/05/2026).
Kunjungan ini menjadi ruang belajar langsung bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat fungsi, tugas, serta peran lembaga legislatif dalam pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Arpiah menegaskan bahwa pendidikan politik sejak dini sangat penting untuk membangun kesadaran demokrasi generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa kunjungan pelajar ke DPRD bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran nyata tentang bagaimana aspirasi masyarakat disampaikan dan diperjuangkan.
“Generasi muda harus berani menyampaikan aspirasi. Jangan takut menyuarakan ide dan gagasan, selama disampaikan dengan cara yang baik dan bertanggung jawab,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Rabu (13/05/2026).
Menurut Arpiah, keberanian menyampaikan pendapat merupakan salah satu indikator tumbuhnya budaya demokrasi yang sehat.
Ia berharap para pelajar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan di daerah.
“Demokrasi membutuhkan partisipasi. Kalau generasi muda diam, maka pembangunan akan kehilangan energi besar yang seharusnya datang dari ide-ide kreatif anak muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan politik tidak boleh dipahami sebagai upaya mendorong anak muda terjun ke dunia politik praktis, melainkan menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, serta semangat berkontribusi bagi masyarakat.
“Pendidikan politik itu bukan soal kekuasaan, tapi soal karakter, integritas, dan kepedulian. Anak muda harus punya empati terhadap lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Arpiah juga mengajak para pelajar untuk membangun kebiasaan berpikir kritis serta memperluas wawasan melalui pendidikan dan pengalaman.
Menurutnya, pelajar yang aktif berdiskusi dan berani bertanya akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kalian adalah calon pemimpin masa depan Nunukan. Mulai sekarang latih diri untuk berpikir kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan berani menyampaikan gagasan,” ucapnya.
Ia menilai, Kabupaten Nunukan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Dengan wawasan yang luas, akhlak yang baik, dan semangat belajar yang tinggi, saya yakin akan lahir anak-anak muda Nunukan yang mampu membawa perubahan positif,” tuturnya.
Dalam sesi diskusi, para siswa mendapatkan penjelasan terkait tiga fungsi utama DPRD, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Arpiah menjelaskan bahwa ketiga fungsi tersebut bertujuan memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“DPRD adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Aspirasi yang kalian sampaikan hari ini bisa menjadi inspirasi kebijakan di masa depan,” ungkapnya.
Ia pun berharap pengalaman kunjungan tersebut dapat menumbuhkan motivasi pelajar untuk terus belajar, bermimpi besar, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga kunjungan ini menjadi pengalaman berharga dan memotivasi kalian untuk terus berkarya demi masa depan Nunukan yang lebih baik,” pungkasnya.












