Nunukan

Nunukan Diselimuti Kabut Asap, DPRD Ingatkan Bahaya Paparan pada Anak Sekolah

×

Nunukan Diselimuti Kabut Asap, DPRD Ingatkan Bahaya Paparan pada Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan semakin mendapat perhatian. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang masih menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Anggota Komisi III DPRD Nunukan dari Fraksi Gerindra, Hj. Siti Musdalipah, mengatakan kondisi udara saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama untuk memastikan anak-anak tidak terus-menerus terpapar asap.

Wanita yang akrab disapa Hj. Ipah itu mengaku telah berkoordinasi dengan anggota Komisi I DPRD Nunukan yang membidangi pendidikan untuk melihat dampak kondisi udara terhadap kegiatan belajar mengajar

.“Saya sudah coba tanyakan ke Dinas Kesehatan, bagaimana langkah yang tepat. Karena anak-anak sekolah aktivitasnya cukup banyak, jangan sampai mereka terus terpapar asap,” kata Hj. Ipah kepada MataKaltara.com, Minggu (30/08/2026).

Menurutnya, apabila kondisi udara semakin memburuk dan membahayakan kesehatan, penghentian sementara kegiatan belajar mengajar patut dipertimbangkan.Namun, kebijakan tersebut harus didasarkan pada kondisi di lapangan serta kajian dan rekomendasi dari instansi yang berwenang.

“Kalau memang kondisi udara sudah membahayakan, harus ada pertimbangan untuk anak-anak sekolah. Tapi tentu harus berdasarkan kajian dan rekomendasi Dinas Kesehatan,” ucapnya.

Hj. Ipah juga mendorong Dinas Kesehatan Nunukan segera turun ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah perlindungan diri selama kabut asap masih terjadi.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai cara mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Di sisi lain, Hj. Ipah bersama komunitasnya Harapan Sahabat Milenial, turut melakukan pembagian 3.000 pcs masker kepada pengguna jalan raya sebagai bentuk upaya sementara mengurangi paparan asap.

“Masker ini sifatnya darurat. Kita bantu masyarakat yang berada di jalan, tetapi pemerintah tetap harus mencari penanganan yang lebih konkret kalau asap ini terus bertahan,” tuturnya.

Pembagian masker rencananya kembali dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai terdampak kabut asap cukup tebal, diantaranya kawasan Alun-alun dan Jalur Lingkar Nunukan.

“Kalau kondisi masih seperti ini, saya maunya masker terus dibagikan. Kita lihat kondisi lingkungan dari hari ke hari,” ungkapnya.

Hj. Ipah juga menyoroti kemungkinan kabut asap yang masuk ke Nunukan berasal dari wilayah luar daerah.

Jika hal tersebut terbukti, ia meminta pemerintah meningkatkan koordinasi dengan daerah maupun instansi terkait untuk mengetahui sumber asap dan mengambil langkah penanganan.

“Kalau memang asap ini berasal dari luar daerah, tentu harus ada koordinasi. Kita harus tahu sumbernya dari mana dan bagaimana penanganannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page