DPRD Kaltara

DPRD Kaltara Soroti Kasus Viral Mahasiswi Nunukan di Makassar, dan Minta Lebih Waspada

×

DPRD Kaltara Soroti Kasus Viral Mahasiswi Nunukan di Makassar, dan Minta Lebih Waspada

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan di Kota Makassar menuai perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Provinsi Kalimantan Utara.

Anggota DPRD Kaltara, Rismanto, menegaskan pentingnya perlindungan dan pendampingan terhadap mahasiswa perantauan, khususnya perempuan, agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Menurutnya, langkah cepat Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam merespons kasus tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap warga daerah yang sedang menempuh pendidikan di luar Kalimantan Utara.

“Kasus seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Saya mengapresiasi Pemda Nunukan yang langsung mengatensi persoalan ini agar korban mendapat pendampingan dan perlindungan,” kata Rismanto kepada MataKaltara.com, Jumat (15/05/2026).

Ia mengatakan, kehidupan di perantauan memiliki tantangan tersendiri sehingga mahasiswa harus lebih berhati-hati dalam bergaul dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal.

Rismanto juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan solidaritas antar mahasiswa asal Nunukan maupun Kalimantan Utara yang berada di Makassar.

Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu bentuk perlindungan awal bagi mahasiswa ketika menghadapi persoalan di rantau.

“Kalau ada hal mencurigakan atau mengalami masalah, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada teman sesama mahasiswa atau senior agar bisa dibantu dan dicarikan solusi,” ujarnya.

Selain itu, ia turut menyoroti keberadaan asrama mahasiswa yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Makassar.

Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman karena mahasiswa bisa saling mengawasi dan menjaga satu sama lain.

“Pemprov Kaltara melalui Gubernur sudah menyediakan asrama mahasiswa di Makassar. Ini perlu dimanfaatkan maksimal agar mahasiswa tidak merasa sendiri dan lebih mudah mendapat bantuan ketika menghadapi masalah,” ungkapnya.

Rismanto menambahkan, keberadaan asrama bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang dapat memperkuat hubungan antar mahasiswa perantauan asal Kaltara.

Ia berharap kasus yang menimpa mahasiswi asal Nunukan tersebut dapat ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum dan menjadi pelajaran penting agar pengawasan terhadap mahasiswa perantauan semakin diperkuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page