DPRD Kaltara

Reses Rismanto di Perbatasan, Infrastruktur dan Layanan Dasar Jadi Sorotan Utama

×

Reses Rismanto di Perbatasan, Infrastruktur dan Layanan Dasar Jadi Sorotan Utama

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN -Anggota DPRD Provinsi Kaltara, Rismanto, melaksanakan kunjungan daerah pemilihan di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Sabtu (25/04/2026).

Agenda tersebut dimanfaatkan untuk berdialog langsung dengan masyarakat sekaligus melihat kondisi riil pembangunan di wilayah perbatasan.

Dalam pertemuan bersama warga, berbagai persoalan disampaikan secara terbuka. Mulai dari kondisi jalan lingkungan yang rusak, keterbatasan akses air bersih, hingga kebutuhan peningkatan sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Rismanto menegaskan bahwa kunjungan dapil merupakan kewajiban moral sekaligus politik bagi anggota legislatif untuk memastikan kebijakan pembangunan tidak jauh dari kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi prioritas warga. Dari sinilah kami mendapatkan gambaran nyata kondisi di daerah perbatasan,” kata Rismanto kepada MataKaltara.com, Sabtu (25/04/2026).

Ia menekankan bahwa wilayah Sebatik Barat memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan, sehingga pembangunan tidak boleh berjalan lambat.

“Perbatasan harus menjadi beranda terdepan, bukan halaman belakang. Infrastruktur dasar harus menjadi prioritas agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Warga dalam dialog tersebut juga mengeluhkan akses air bersih yang belum merata.

Sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air terbatas, terutama saat musim kemarau.

Menanggapi hal itu, Rismanto mengatakan persoalan air bersih akan menjadi salah satu usulan prioritas yang dibawa dalam pembahasan program pembangunan provinsi.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ini tidak bisa ditunda dan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat meminta perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang dinilai masih memerlukan perbaikan, termasuk sarana belajar dan dukungan tenaga pendidik.

Rismanto menyebut peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak di perbatasan memiliki kesempatan yang sama dengan daerah lain,” ucapnya.

Isu layanan kesehatan juga mengemuka dalam pertemuan tersebut. Warga berharap adanya peningkatan fasilitas kesehatan serta kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Menanggapi hal ini, ia menegaskan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terluar.

“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Kami akan dorong peningkatan fasilitas dan akses layanan kesehatan di wilayah ini,” imbuhnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal, khususnya bagi petani dan pelaku usaha kecil.

Menurut Rismanto, pengembangan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah.

“Pemberdayaan ekonomi lokal sangat penting. Petani dan UMKM harus mendapat dukungan agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam proses pembangunan daerah.

“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Aspirasi yang konstruktif akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page