Tarakan

Diterkam Buaya Warga Karang Harapan Tarakan Jalani Perawatan Intensif di RSUD Jusuf SK

×

Diterkam Buaya Warga Karang Harapan Tarakan Jalani Perawatan Intensif di RSUD Jusuf SK

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Insiden mengerikan dialami seorang warga RT 7 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan. Seorang perempuan bernama Theresia Padang harus mendapatkan penanganan medis intensif usai diterkam buaya pada Senin (19/01/2026) sore.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah dilakukan tindakan medis awal, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Jusuf SK pada Senin malam untuk penanganan lanjutan oleh dokter spesialis.

Identitas korban dihimpun langsung dari pihak kelurahan setempat. Berdasarkan keterangan puteranya, Rinsa Sambo, sang ibu mengalami luka serius di bagian paha dan lutut sebelah kanan akibat serangan buaya tersebut.

Ditemui di ruang IGD layanan darurat 24 jam RSUKT, Rinsa Sambo tampak masih mengenakan pakaian kerja. Ia diduga tak sempat pulang berganti pakaian setelah menerima kabar sang ibu diterkam buaya.

Meski dalam kondisi tergesa dan disibukkan dengan pengurusan administrasi rumah sakit, Rinsa masih meluangkan waktu memberikan keterangan kepada awak media.

“Jam lima sore tadi saya ditelepon adik saya waktu masih kerja. Katanya mama dibawa ke RSUKT karena kena terkam buaya,” kata Rinsa kepada MataKaltara.com, senin (19/01/2026).

Ia pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Setibanya di RSUKT, sang ibu telah mendapatkan penanganan awal dari tim medis.

“Saat ini ibu saya masih dalam proses penanganan, sambil menunggu dirujuk ke RSUD Jusuf SK,” lanjutnya.

Rinsa menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, termasuk pemeriksaan X-Ray, terdapat dugaan dislokasi tulang pada kaki korban.

Namun diagnosis lengkap belum dapat dipastikan karena RSUKT tidak memiliki dokter spesialis tulang.

“Informasi sementara yang saya terima ada dislokasi tulang. Tapi ini belum final karena dokter di sini bukan spesialis tulang. Jadi harus dirujuk ke RSUD Jusuf SK,” jelasnya.

berusaha tetap tegar di tengah kekhawatiran besar atas kondisi sang ibunda.Sekitar pukul 21.00 WITA, wawancara terpaksa terhenti ketika perawat membawa korban keluar dari ruang IGD menggunakan tandu dorong.

Rinsa segera menghampiri sang ibu yang terbaring lemah sebelum dimasukkan ke dalam mobil ambulans.Tak berselang lama, ambulans pun melaju menuju RSUD Jusuf SK. Rinsa Sambo memilih mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor, sementara anggota keluarga lainnya turut mendampingi korban di dalam ambulans.

Sebelum bergegas, Rinsa masih sempat menyapa dan berpamitan kepada awak media. Wajahnya tetap tenang, namun sorot matanya tak mampu menyembunyikan kecemasan mendalam atas musibah yang menimpa sang ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page