Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Kebakaran maut terjadi di kawasan Sei Mengkadu, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kamis (13/08/2026) sore. Kobaran api melahap habis sebuah rumah panggung berbahan kayu dan menewaskan seorang perempuan berusia 50 tahun, Hasna.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah rumah berukuran sekitar 6×10 meter tersebut dilalap api.Hasna diketahui menderita stroke dan tidak mampu berjalan.
Kondisi fisiknya membuat korban tidak dapat menyelamatkan diri saat api dengan cepat membesar dan menguasai seluruh bagian rumah.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan lokasi kejadian yang cukup jauh menjadi salah satu kendala petugas dalam menjangkau titik kebakaran.
“Respon time kami 15 menit, itu normalnya. Tapi kejadian ini lokasinya sangat jauh. Jadi kami tiba tinggal penindingan, api sudah habis memakan rumah,” kata Wahyudi kepada MataKaltara.com, Kamis (13/08/2026).
Menurut Wahyudi, material rumah yang didominasi kayu membuat api berkembang sangat cepat. Kondisi cuaca yang panas saat kejadian juga disebut turut mempercepat kobaran api.
“Rumah kayu ukuran 6×10. Cepat sekali, ditambah cuaca panas tadi,” ujarnya.
Wahyudi memastikan satu orang menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban adalah Hasna, yang saat kejadian berada di dalam rumah.
“Satu orang saja, Ibu Hasna, 50 tahun, tewas terbakar. Dia sakit stroke dan tidak bisa berjalan,” tuturnya.
Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan oleh Riska (30), yang merupakan anak korban. Saat kejadian, sejumlah anggota keluarga lainnya disebut tidak berada di dalam rumah.
Wahyudi menjelaskan, keluarga korban memang banyak yang tinggal di kawasan sekitar lokasi. Sebagian besar bekerja sebagai pengikat rumput laut.
“Yang melapor Riska, 30 tahun. Yang tinggal di rumah banyak keluarga-keluarganya. Mereka memang ada di wilayah di situ juga karena mereka rata-rata bekerja sebagai pengikat rumput laut,” jelasnya.
Ia menambahkan, jarak lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Meskipun armada telah dikerahkan secepat mungkin, rumah yang terbuat dari kayu membuat api lebih cepat membesar sebelum petugas tiba.
“Lokasinya jauh sekali. Biarpun kami ngebut, memang jauh sekali lokasinya,” ungkapnya.
Petugas pemadam kebakaran kemudian melakukan penindakan dan memastikan api tidak kembali meluas ke area sekitar. Namun, rumah korban sudah tidak dapat diselamatkan karena sebagian besar bangunan telah habis terbakar.
Hingga berita ini ditulis, petugas masih menunggu laporan lengkap dari personel di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian serta penyebab pasti kebakaran.
“Saya juga belum menerima detail dari anggota,” pungkasnya.












