Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah perbatasan mulai kembali normal setelah sempat mengalami keterlambatan yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.
Plt Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Nunukan, Benny Patisadia, mengatakan sekitar 300 ton BBM jenis Pertalite telah tiba di Nunukan dan saat ini sedang didistribusikan ke sejumlah SPBU.
Menurut Benny, keterlambatan pasokan bukan disebabkan stok BBM yang kosong, melainkan karena adanya kendala pada armada pengangkut.
“Sekitar 300 ton Pertalite sudah masuk dan mulai disalurkan ke beberapa SPBU yang ada,” kata Benny kepada MataKaltara.com, Kamis (06/08/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kapal pengangkut BBM sempat tidak dapat beroperasi karena dokumen administrasinya telah habis masa berlaku sehingga harus diperpanjang.
Selain itu, proses penebusan kuota BBM bertepatan dengan hari libur, sehingga distribusi harus menunggu aktivitas operasional PT Pertamina kembali berjalan.
Untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak pengangkut agar distribusi berikutnya dapat segera dilakukan.
Berdasarkan informasi dari PT Cahaya Nunukan selaku perusahaan pengangkut BBM, satu kapal yang membawa Pertamax telah diberangkatkan pada hari ini.
Selanjutnya, pasokan sekitar 200 ton Pertalite, 50 ton Biosolar, dan 38 ton Pertamax dijadwalkan tiba di Nunukan pada 9 Agustus mendatang.
Tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah SPBU serta menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Polres Nunukan juga meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM untuk mengantisipasi adanya dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan.
Pengawasan dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran disertai bukti yang cukup, aparat penegak hukum akan melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Pasalnya, distribusi BBM telah kembali berjalan dan pasokan tambahan akan terus masuk dalam beberapa hari ke depan.












