Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Penguatan wawasan kebangsaan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah perbatasan. Komitmen itulah yang dibawa Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, setelah menyelesaikan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI Gelombang 119 Kolaboratif di Jakarta.
Bagi Arpiah, mengikuti program yang dihadiri 102 peserta dari berbagai profesi di Indonesia bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas perspektif tentang bagaimana membangun daerah melalui kepemimpinan yang berintegritas, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapat kesempatan menjadi peserta Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Gelombang 119. Banyak pengalaman dan wawasan yang menjadi bekal untuk terus mengabdi kepada masyarakat,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Kamis (06/08/2026).
Selama mengikuti kegiatan, para peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan nasional, implementasi nilai-nilai Pancasila, penguatan NKRI, ketahanan digital, hingga strategi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Arpiah mengatakan, tantangan yang dihadapi daerah perbatasan seperti Nunukan membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir strategis sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Program ini mengajarkan bahwa membangun bangsa harus dilakukan bersama. Setiap perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan untuk menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Nunukan memiliki posisi strategis sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, Arpiah menegaskan semangat kebangsaan harus tercermin dalam setiap kebijakan yang dihasilkan DPRD.
Politisi PKS itu, berkomitmen mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkokoh ketahanan nasional dari wilayah perbatasan.
“Nilai-nilai yang saya peroleh dari Lemhannas akan menjadi pedoman dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Nunukan,” jelasnya.
Arpiah juga menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI, para narasumber, fasilitator, serta seluruh peserta Angkatan 119 yang telah berbagi pengalaman dan membangun jejaring kebangsaan selama program berlangsung.
“Belajar memang telah selesai, tetapi semangat mengabdi kepada bangsa dan negara harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya.












