Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Persoalan warga di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, belum sepenuhnya berakhir setelah bencana tanah longsor.Saat akses jalan mulai berangsur pulih, warga kini menghadapi kondisi lain berupa cuaca panas dan kering yang berlangsung sekitar 10 hari.
Dampaknya mulai dirasakan petani. Sejumlah persawahan warga dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan air.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan kondisi cuaca di wilayah Krayan Selatan pada Sabtu (15/08/2026) terpantau cerah.
Suhu berada di kisaran 17 hingga 26 derajat Celsius. Namun, kondisi di lapangan terasa cukup panas dan kering.
“Beberapa sawah warga mulai kekurangan air dan kering karena cuaca yang panas sekitar 10 hari ini,” kata Hasanuddin kepada MataKaltara.com, Sabtu (15/08/2026).
Meski demikian, aktivitas pertanian masyarakat masih berjalan. Warga tetap menggarap sawah di tengah kondisi ketersediaan air yang mulai berkurang.
Situasi tersebut menjadi perhatian BPBD karena Krayan Selatan masih dalam masa tanggap darurat pascabencana tanah longsor.
Petugas di Pos Lapangan Krayan Selatan terus melakukan pemantauan kondisi wilayah, termasuk perkembangan cuaca.
Informasi prakiraan cuaca juga dipantau melalui laman resmi BMKG untuk melihat potensi perubahan kondisi dalam beberapa hari ke depan.Pemantauan ini dinilai penting karena kondisi cuaca dapat memengaruhi proses penanganan dan pemulihan sejumlah infrastruktur yang sebelumnya terdampak longsor.
Di tengah kondisi tersebut, akses transportasi masyarakat mulai menunjukkan perkembangan positif.Jalur Krayan Barat menuju Krayan Selatan maupun sebaliknya sudah kembali dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setelah dilakukan penanganan darurat pada sejumlah titik.
Waktu perjalanan menggunakan sepeda motor dari Krayan Selatan menuju Long Bawan kini dilaporkan bisa ditempuh kurang dari tiga jam.
BPBD Nunukan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri dan masyarakat masih bersinergi memantau kondisi di lapangan.
Laporan perkembangan situasi juga disampaikan secara berkala kepada unsur pimpinan Kabupaten Nunukan, Pusdalops BNPB serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Bagi warga Krayan Selatan, membaiknya akses transportasi menjadi kabar baik setelah bencana longsor.Namun, berkurangnya air di sejumlah sawah menjadi persoalan baru yang harus diperhatikan apabila cuaca panas dan kering terus berlangsung.












