Nunukan

Arpiah Ungkap Tantangan Ibu Masa Kini: Berdaya Tanpa Kehilangan Kehangatan

×

Arpiah Ungkap Tantangan Ibu Masa Kini: Berdaya Tanpa Kehilangan Kehangatan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM,NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, kembali berbagi pengalaman dan pengetahuan sebagai mentor dalam kegiatan Kelas Inspiratif dan Profesional Muslimah (KIPRAH) Batch 1 yang diselenggarakan Yayasan Bestari Madani Nunukan, Minggu (04/10/2026).

Memasuki pertemuan keenam, KIPRAH mengangkat tema “Mengelola Diri, Menata Peran: Menjadi Ibu yang Berdaya dan Produktif.” Kegiatan berlangsung di Ruang Kelas 3 Khalid bin Walid, SDIT Ibnu Sina Nunukan.

Arpiah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam mengelola waktu, menjalankan berbagai peran, serta tetap memberikan perhatian terhadap keluarga.

“Alhamdulillah, pada hari Ahad, 4 Oktober 2026, peserta KIPRAH kembali belajar dan bertumbuh,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Selasa (06/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai empat pilar ibu berdaya, manajemen waktu yang ramah bagi ibu, serta konsep ibu produktif dalam perspektif Islam.

Materi kemudian diperkaya melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Arpiah secara langsung memandu peserta untuk menggali berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran di keluarga maupun lingkungan sosial.

Menurut Arpiah, menjadi ibu yang berdaya tidak harus dimaknai sebagai upaya meninggalkan peran utama dalam keluarga. Justru, kemampuan mengelola diri dan waktu dapat menjadi modal penting bagi seorang ibu untuk menjalankan berbagai tanggung jawab secara lebih seimbang.

Ia menekankan, perempuan tetap dapat produktif dan memberikan kontribusi positif tanpa harus kehilangan kehangatan dalam keluarga.

“Mari menjadi ibu yang berdaya tanpa kehilangan kehangatan. Dimanapun kita berada, semua akan merasakan kebermanfaatan kita karena kehadiran kita akan selalu dirindukan,” ujarnya.

Arpiah juga mengingatkan para peserta agar ilmu yang diperoleh dalam kegiatan KIPRAH tidak berhenti pada ruang kelas. Pengetahuan tersebut, menurutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan manfaat nyata.

“Tetap semangat, jangan lelah untuk terus belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

KIPRAH Batch 1 menjadi salah satu ruang pembelajaran dan pengembangan diri bagi perempuan di Nunukan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan yang didapat untuk memperkuat keluarga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Bagi Arpiah, proses belajar dan bertumbuh merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang perempuan untuk menjadi pribadi yang berdaya, produktif, sekaligus tetap mampu menghadirkan kehangatan di tengah keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page