Pemkab Nunukan

Disbudporapar Nunukan Sertifikasi 15 Pramuwisata, Perkuat Profesionalisme Pemandu Wisata Daerah

×

Disbudporapar Nunukan Sertifikasi 15 Pramuwisata, Perkuat Profesionalisme Pemandu Wisata Daerah

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi Pramuwisata Madya (Overland Tour Guide), Selasa (03/11/2026), di Aula Lenflin Hotel.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 15 peserta yang berasal dari pengelola destinasi wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Nunukan.

Pelaksanaan sertifikasi ini bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Mahamu Mandiri yang telah mengantongi lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hadir sebagai penguji, Ketua LSP Mahamu Mandiri, Murad, bersama asesor Theodorus Dayutama.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan para pemandu wisata yang selama ini telah aktif memberikan pelayanan kepada wisatawan di sejumlah destinasi unggulan Nunukan, seperti Air Terjun Binusan, Mangrove Belaga One, Mangrove Sei Fatimah, serta sejumlah kelompok sadar wisata di Desa Binusan, Tanjung Aru dan Tanjung Karang.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Nunukan, Surai, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pramuwisata menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah. Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Nunukan perlu didukung oleh tenaga pemandu yang profesional dan memiliki kemampuan sesuai standar.

“Pramuwisata memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan. Mereka bukan hanya bertugas mendampingi perjalanan, tetapi juga menjadi representasi daerah dalam menyampaikan informasi mengenai sejarah, budaya, serta keunggulan destinasi wisata Kabupaten Nunukan,” kata Surai kepada MataKaltara.com, Rabu (04/11/2026).

Ia menambahkan, kemampuan seorang pemandu wisata dalam berkomunikasi, memahami karakter destinasi, serta memberikan pelayanan yang baik akan sangat memengaruhi pengalaman wisatawan selama berkunjung.

“Karena itu, melalui uji sertifikasi ini kami ingin memastikan bahwa para pemandu wisata di Nunukan memiliki kompetensi yang terukur dan mendapatkan pengakuan secara profesional. Harapan kami, mereka semakin percaya diri dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.

Surai juga meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan asesmen dengan serius agar dapat menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang selama ini telah dimiliki.

Sementara itu, Ketua LSP Mahamu Mandiri, Murad, menjelaskan bahwa proses pengujian dilakukan melalui lima perangkat asesmen, yakni ujian tertulis, ujian lisan, wawancara, demonstrasi, dan observasi lapangan.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya mengukur pemahaman teori, tetapi juga menilai kemampuan peserta dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketika menjalankan tugas sebagai pemandu wisata.

Melalui sertifikasi ini, Disbudporapar Nunukan berharap semakin banyak tenaga pramuwisata yang memiliki kompetensi terstandar, profesional, dan berdaya saing.

Dengan dukungan SDM pariwisata yang berkualitas, pengembangan berbagai destinasi wisata di Kabupaten Nunukan diharapkan semakin optimal, sekaligus mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung dan menikmati potensi wisata daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page