Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pembangunan Jembatan Rurum Doo di Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, mendapat apresiasi dari pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas pendidikan, serta membuka akses penghubung bagi 17 desa di wilayah Long Umung.
Realisasi pembangunan jembatan pada tahun 2026 ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Krayan Timur yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses transportasi, khususnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pembangunan Jembatan Rurum Doo dilaksanakan melalui program rekonstruksi jalan Pemerintah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp645 juta. Pekerjaan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 100 hari kalender dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2026.
Camat Krayan Timur, Marjuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Nunukan, Wakil Bupati Nunukan beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nunukan atas perhatian dan dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
Menurutnya, keputusan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Rurum Doo merupakan bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan keterisolasian wilayah akibat kondisi geografis.
Marjuni menegaskan, keberadaan jembatan tersebut bukan sekadar sarana penghubung antardesa, tetapi menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Krayan Timur. Infrastruktur ini memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, sosial, pelayanan masyarakat hingga akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
“Perlu dipahami bersama bahwa Jembatan Rurum Doo bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa, melainkan akses sehari-hari yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat di Krayan Timur,” kata Marjuni kepada MataKaltara.com, Senin (02/11/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Mulai dari siswa SDN Long Umung, SMPN Long Umung, hingga pelajar asal Long Umung yang melanjutkan pendidikan ke SMAN Krayan dan SMKN Krayan.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, diharapkan perjalanan para pelajar menjadi lebih aman dan lancar, sehingga tidak lagi terkendala persoalan akses transportasi dalam menempuh pendidikan.
“Terbangunnya jembatan ini memastikan keselamatan dan kelancaran anak-anak kami dalam menempuh pendidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Marjuni mengatakan pembangunan Jembatan Rurum Doo menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan tidak hanya sebatas program dan perencanaan, tetapi diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam memperjuangkan pembangunan tersebut, termasuk anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang terus menyuarakan dan mengawal aspirasi masyarakat Krayan Timur di tingkat kebijakan.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan dan masyarakat Krayan Timur mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menyuarakan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami, khususnya kepada anggota DPRD Kabupaten Nunukan yang senantiasa memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nunukan, Rian Antony, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan atas perhatian dan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di wilayah Krayan Timur.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nunukan yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut.
Menurut Rian, meskipun Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, intervensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat di daerah.
“Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang kemudian diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan. Itu menunjukkan kepedulian pemerintah kabupaten terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dengan terealisasinya pembangunan Jembatan Rurum Doo, Pemerintah Kecamatan Krayan Timur berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, aktivitas masyarakat semakin lancar, serta akses pendidikan bagi generasi muda dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan infrastruktur dan peningkatan pelayanan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Nunukan.












