Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memberikan penghargaan kepada petani berprestasi dan penyuluh pertanian teladan dalam kegiatan Farmer Field Day (FFD) PMAAS Padi Sawah, Rabu (28/10/2026). Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi para pelaku pertanian dalam mendukung produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras petani dan penyuluh, tetapi juga diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus mengembangkan inovasi, meningkatkan keterampilan, serta menerapkan teknologi budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Kabupaten Nunukan, Widodo, menegaskan bahwa petani dan penyuluh memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
“Petani dan penyuluh merupakan dua unsur penting yang saling melengkapi dalam pembangunan pertanian. Petani menjadi pelaku utama produksi pangan, sedangkan penyuluh berperan sebagai pendamping, fasilitator, dan penggerak perubahan,” kata Widodo kepada MataKaltara.com, Kamis (29/10/2026).
Menurut Widodo, penghargaan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun budaya berprestasi sekaligus menumbuhkan semangat inovasi di kalangan petani dan penyuluh.
Ia menjelaskan, penghargaan dapat menjadi bentuk perhatian yang membuat seseorang merasa dihargai atas usaha dan kontribusinya. Dengan demikian, para pelaku pertanian diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak petani dan penyuluh yang termotivasi untuk terus berinovasi, berbagi pengalaman, serta menghasilkan praktik-praktik pertanian yang dapat menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dua penyuluh pertanian menerima penghargaan, yakni Kurniawan Hendarto dan Darmin Ama Sabon.
Sementara itu, enam petani yang mendapatkan apresiasi adalah Palinrungi, petani semangka Daryono, Abdul Malik, Jumadi, M. Jihad Salam, serta Karim Tajang dari Brigade Pangan.
Widodo menambahkan, pelaksanaan FFD PMAAS Padi Sawah juga menjadi ruang pembelajaran bagi petani, penyuluh, dan para pemangku kepentingan untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat perkembangan teknologi budidaya secara langsung serta mempelajari berbagai pendekatan yang berpotensi meningkatkan hasil usaha tani.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengelola lahan, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama berbagai pihak.
Karena itu, DKPP Kabupaten Nunukan terus mendorong terciptanya sektor pertanian yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Kolaborasi antara petani, penyuluh, lembaga penelitian, dan mitra pembangunan diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.
Melalui pemberian penghargaan ini, Pemkab Nunukan berharap lahir lebih banyak petani berprestasi dan penyuluh berdedikasi yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku pertanian lainnya.
Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara petani dan penyuluh dalam membangun pertanian Nunukan yang semakin maju, berkelanjutan, dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.












