Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perairan Ambalat menjadi momentum penting untuk menegaskan arti strategis wilayah perbatasan bagi kedaulatan negara.
Pelaksanaan upacara di atas KRI Nala-363 yang menjadi Kapal Markas Guspurla Koarmada II dinilai bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.
Bagi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Arpiah, kehadiran negara di kawasan perbatasan merupakan pesan tegas bahwa wilayah tersebut memiliki posisi penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bagi kami di Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan, kehadiran negara di wilayah perairan perbatasan bukan sekadar simbol. Ini merupakan penegasan nyata bahwa setiap jengkal wilayah NKRI harus dijaga dan dipertahankan,” kata Arpiah kepada MataKaltara.com, Selasa (18/08/2026).
Menurutnya, kawasan perbatasan, khususnya wilayah perairan Ambalat, tidak boleh hanya dipandang sebagai kawasan terluar secara geografis. Perbatasan merupakan wajah Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara lain sekaligus menjadi salah satu titik penting dalam menjaga kepentingan dan kedaulatan nasional.
Karena itu, Arpiah menilai penguatan kehadiran negara di perbatasan harus berjalan seiring dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kedaulatan tidak hanya ditunjukkan melalui keberadaan aparat pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui hadirnya pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Momentum HUT RI ke-81 ini, lanjutnya, juga harus menjadi pengingat bahwa menjaga perbatasan merupakan tanggung jawab bersama.
Pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan masyarakat harus membangun koordinasi yang kuat agar berbagai persoalan di wilayah perbatasan dapat dihadapi secara bersama-sama.
“Momentum ini semakin menguatkan semangat kami untuk terus membangun sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat perbatasan dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta keutuhan NKRI,” ujarnya.
Arpiah menegaskan, semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti di pusat pemerintahan atau di ruang-ruang upacara di daratan.
Di wilayah perbatasan, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk nyata melalui keberadaan negara dan keberpihakan terhadap masyarakat yang tinggal di garis depan Indonesia.
“Dari Perairan Ambalat, kita tegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti di daratan. Semangat itu juga hadir di laut, di wilayah perbatasan, dan di setiap ruang kedaulatan Indonesia,” ungkapnya.
Ia berharap peringatan HUT RI ke-81 di kawasan Ambalat menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak pernah absen menjaga wilayahnya.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dari perbatasan, kita jaga kedaulatan. Dari laut, kita teguhkan Indonesia,” pungkasnya.












