Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Upaya memperkuat pembangunan kawasan perbatasan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui penjajakan kerja sama lintas negara dengan sejumlah institusi di Sabah, Malaysia.
Terbaru, Pemkab Nunukan membuka ruang kolaborasi bersama Universitas Malaysia Sabah (UMS) dan Institut Kajian Pembangunan Sabadalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Ruang VIP Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Senin (27/07/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga penyusunan kajian pembangunan berbasis ilmiah.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Sirajuddin, jajaran kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta delegasi dari Universitas Malaysia Sabah dan Institut Kajian Pembangunan Sabah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan bahwa hubungan Nunukan dan Sabah memiliki kedekatan yang kuat, baik dari sisi geografis, sejarah, sosial, budaya, maupun ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi kedua wilayah untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat bersama.
“Melalui pertemuan ini diharapkan dapat terjalin berbagai bentuk kerja sama, seperti penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, pertukaran pelajar dan mahasiswa, pengembangan kapasitas aparatur dan masyarakat, serta kajian pembangunan wilayah perbatasan,” kata Hermanus kepada MataKaltara.com, Kamis (30/07/2026).
Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan daerah memiliki peran strategis, terutama dalam menghadirkan inovasi dan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk mendukung percepatan pembangunan kawasan perbatasan.
Hermanus juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang diskusi dalam merumuskan program kerja sama yang konkret dan dapat segera direalisasikan.
“Mari kita jadikan forum silaturahmi ini sebagai ruang diskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan berbagai peluang kerja sama yang konkret demi kemajuan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia,” pungkasnya.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Nunukan berharap hubungan dengan Universitas Malaysia Sabah dan Institut Kajian Pembangunan Sabah semakin berkembang serta mampu melahirkan program yang berdampak bagi masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian, peningkatan kapasitas SDM, serta pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan.
Dengan adanya sinergi lintas negara, Kabupaten Nunukan diharapkan semakin mampu memperkuat perannya sebagai wilayah perbatasan yang maju, terbuka terhadap inovasi, dan memiliki daya saing.












