Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun 2025 dari DPRD Kalimantan Utara melakukan monitoring lapangan ke sejumlah proyek pembangunan di Kota Tarakan, Selasa (14/04/2026).
Monitoring ini diikuti Yancong, Jufri Budiman, Adi Nata Kusuma, Syamsuddin Arfah, dan Komaruddin.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua rombongan Pansus, Yancong, menegaskan bahwa monitoring lapangan penting untuk memastikan laporan pertanggungjawaban gubernur benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran pembangunan betul-betul menghasilkan output yang nyata. Karena itu, kami turun langsung melihat progres dan kualitas pekerjaan,” kata Yancong kepada MataKaltara.com, Selasa (21/04/2026).
Rombongan meninjau sejumlah titik proyek, mulai dari rehabilitasi drainase Jalan Gajah Mada, penyelesaian Rumah Dinas Badan Penghubung, SMAN 2 dan SMAN 3 Tarakan, pembangunan drainase Gedung Serbaguna Kristiani, Jalan Ring Road Juata–Binalatung, fasilitas Gedung BINDA Tarakan, hingga pematangan lahan Balai Pembenihan Udang di Binalatung.
Pada proyek drainase Jalan Gajah Mada dan Rumah Dinas Badan Penghubung, Pansus memberi catatan agar pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada masterplan yang telah disusun.
DPRD juga meminta Komisi III melakukan pendalaman teknis lebih lanjut.
“Kami tidak ingin pembangunan berjalan parsial. Semua harus terintegrasi dengan perencanaan besar yang sudah disusun pemerintah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan DPRD tidak hanya melihat progres fisik, tetapi juga kualitas pekerjaan.
“Kecepatan penting, tetapi kualitas jauh lebih penting. Jangan sampai proyek cepat selesai tetapi tidak bertahan lama,” ucapnya.
Sebaliknya, pembangunan drainase Gedung Serbaguna Kristiani mendapat apresiasi.Pansus menilai proyek tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini contoh proyek yang dampaknya bisa dirasakan segera oleh masyarakat, terutama dalam mengurangi genangan air,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Pansus menaruh perhatian khusus pada pengadaan sarana dan prasarana di SMAN 2 dan SMAN 3 Tarakan.
DPRD menekankan pentingnya spesifikasi barang yang berkualitas.
“Pengadaan fasilitas pendidikan tidak boleh asal murah. Harus berkualitas agar tahan lama dan tidak membebani anggaran perawatan,” tuturnya.
Ia menambahkan, investasi di sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang.“Kita ingin fasilitas pendidikan benar-benar mendukung peningkatan kualitas SDM di Kaltara.”
Untuk sektor konektivitas, Pansus mendorong percepatan penyelesaian Jalan Ring Road Juata–Binalatung yang masih menyisakan sekitar lima kilometer.
Jalan ini dinilai strategis membuka akses wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ring road ini sangat penting untuk mendukung mobilitas barang dan orang. Kami mendorong percepatannya agar manfaatnya segera dirasakan,” ungkapnya.
Pansus juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan Gedung BINDA Tarakan yang telah rampung 100 persen dengan kualitas memuaskan.
“Ini patut diapresiasi. Artinya, ada proyek yang bisa diselesaikan tepat waktu dengan kualitas baik,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait pematangan lahan Balai Pembenihan Udang di Binalatung, DPRD mendorong pemerintah provinsi lebih proaktif mencari skema pendanaan.
“Potensi sektor perikanan kita sangat besar. Jangan sampai terhambat hanya karena pembiayaan. Harus ada terobosan mencari dukungan pendanaan,” terangnya.
Ia menegaskan, seluruh catatan dan rekomendasi dari hasil monitoring akan menjadi bagian penting dalam penyusunan rekomendasi LKPj Gubernur Tahun 2025.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan pembangunan di Kalimantan Utara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.












