Nunukan

Apresiasi Lonjakan Deviden Perumda Tirta Taka, Arpiah Dorong Percepatan Akses Air Bersih di Sebatik

×

Apresiasi Lonjakan Deviden Perumda Tirta Taka, Arpiah Dorong Percepatan Akses Air Bersih di Sebatik

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Wakil Ketua DPRD Nunukan, Arpiah, mengapresiasi lonjakan kinerja Perumda Air Minum Tirta Taka yang berhasil menyetorkan deviden miliaran rupiah kepada pemerintah daerah pada Jumat (27/03/2026).

Namun di balik capaian tersebut, DPRD Nunukan menegaskan kebutuhan air bersih masyarakat masih menjadi pekerjaan besar yang harus diprioritaskan bersama.

Arpiah menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang hingga kini masih belum merata di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan.

“Kalau melihat kondisi di masyarakat, kebutuhan air masih sangat besar dan belum merata. Bahkan saya baru dari Sebatik, saat ini di sana sedang mengalami kekurangan air,” ujar Arpiah kepada MataKaltara.com.

Menurutnya, salah satu persoalan utama di wilayah Sebatik adalah belum tuntasnya pembangunan Embung Lapri yang diharapkan menjadi solusi penyediaan air baku.

“Mudah-mudahan ke depan ini bisa menjadi fokus prioritas. Khusus Sebatik, kalau memang Embung Lapri menjadi solusi, maka itu sebaiknya diprioritaskan untuk diselesaikan,” tegasnya.

Selain Sebatik, ia juga menyoroti masih adanya sejumlah titik di Kabupaten Nunukan yang belum terakses layanan air bersih secara optimal.

Sehingga peningkatan laba dan deviden Perumda diharapkan dapat sejalan dengan percepatan perluasan layanan kepada masyarakat.

Terkait lonjakan deviden hingga lebih dari Rp2 miliar, Arpiah menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap kinerja positif ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Kami sangat mengapresiasi capaian luar biasa ini. Mudah-mudahan ke depan minimal bisa dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan lebih baik lagi. Yang paling penting juga transparansi dalam pengelolaannya,” kata Arpiah.

Ia menilai capaian tersebut menjadi langkah awal yang baik bagi manajemen baru Perumda untuk terus melakukan perbaikan kinerja dan tata kelola perusahaan.

“Ini memberi semangat tersendiri bagi kita semua. Mudah-mudahan kinerja dan manajemen semakin baik, transparansi lebih terbuka, serta sinergitas dengan semua pihak semakin kuat,” tuturnya.

Arpiah juga menyinggung upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan embung yang dinilai sudah maksimal, termasuk melakukan komunikasi hingga ke pemerintah pusat.

“Kami melihat upaya Bupati sudah luar biasa, bahkan sudah sampai melobi ke pusat. Kendala memang masih ada, termasuk urusan lahan di BPN, sehingga perlu komunikasi lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, revitalisasi embung dan pengerukan sedimen di sejumlah sumber air juga membutuhkan anggaran besar, sehingga perlu sinergi antara Perumda, pemerintah daerah, dan DPRD Nunukan.

“Kalau memang kebutuhan masyarakat banyak, tentu akan kita dukung. DPRD siap memprioritaskan, termasuk melalui dana pokok pikiran jika memang diperlukan,” ungkap Arpiah.

Arpiah mencontohkan kondisi Sei Fatimah yang masih terkendala jaringan distribusi utama, sehingga sejumlah wilayah seperti RT 20 dan RT 21 belum terlayani optimal.

“Masalahnya ternyata belum ada jaringan utama. Ini perlu koordinasi dengan dinas terkait. Kalau memang terkendala anggaran, bisa dikomunikasikan dan kita carikan solusi bersama,” imbuhnya.

Ia menegaskan ke depan sinergi dan komunikasi lintas sektor harus diperkuat agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.

“Selama itu untuk kepentingan masyarakat banyak, Insyaallah akan menjadi prioritas kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page