Penulis : Fidelis | Editor : Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai NasDem, Supa’ad Hadianto, menyoroti kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah mengalami tekanan cukup berat. Situasi tersebut berdampak pada penyesuaian sejumlah pos anggaran, termasuk di sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Ia menjelaskan, DPRD Kaltara sedang mengintensifkan pembahasan terkait efisiensi belanja daerah agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menurut Supa’ad, salah satu hal krusial yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang harus tetap terjamin.
“Pembahasan dilakukan secara cermat, khususnya untuk program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar seperti kesehatan,” ungkapnya, kepada MataKaltara.com, Rabu (18/3/2026) siang.
Selain itu, ia juga menyoroti dampak keterbatasan anggaran yang mulai terasa di sektor pendidikan, terutama pada program beasiswa. Supa’ad menyebut, alokasi beasiswa mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya Rp20 miliar menjadi Rp5 miliar, atau berkurang sekitar Rp15 miliar.
Ia menilai, pemangkasan tersebut mencerminkan kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Dampaknya, akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah berpotensi terganggu, mengingat banyak pelajar bergantung pada bantuan tersebut.
“Program beasiswa selama ini sangat membantu masyarakat. Jika anggarannya berkurang drastis, tentu akan berdampak langsung,” pungkasnya.
Meski demikian, Supa’ad memastikan DPRD akan terus mengawal kebijakan anggaran agar tetap berpihak kepada masyarakat, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan prioritas program secara tepat dan terukur.












