Penulis: Fidelis | Editor: Castro
MATAKALTARA.COM, TARAKAN – Pasca insiden buaya menerkam warga di RT 7, Kelurahan Karang Harapan, pihak kelurahan bersama aparat terkait meningkatkan kewaspadaan di kawasan Waduk Persemaian.
Masyarakat diminta untuk sementara waktu tidak mendekati waduk hingga proses evakuasi buaya selesai.
Menurut Lurah Karang Harapan, Eva Julitas Panjaitan, buaya di waduk tersebut memang sudah beberapa kali terlihat oleh penjaga embung, namun belum pernah terjadi kontak langsung dengan warga sebelumnya.
“Beberapa kali buaya terlihat, dan sudah dipasang papan imbauan agar warga tidak mendekat. Namun, karena korban belum pernah bertemu langsung, ia merasa aman,” kata Eva kepada MataKaltara.com, senin (19/01/2026).
Theresia Padang, korban yang kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, mengalami luka di bagian dengkul.
Beruntung, pemancing dan anggota kepolisian yang berada di lokasi saat itu sigap membantu korban sehingga luka yang dialami tidak lebih parah.
Sementara itu, tim Animal Rescue PMK Tarakan bersama PDAM Tirta Alam sudah menyiapkan rencana evakuasi.
Langkah pertama adalah mengeringkan waduk agar buaya dapat ditangkap dengan aman.
Evakuasi baru bisa dilakukan pada pagi hari karena keterbatasan pencahayaan di malam hari.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami juga akan meninjau apakah perlu memasang lebih banyak rambu peringatan di sekitar waduk,” tambah Eva.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah buaya tersebut berasal dari habitat liar atau lepas dari penangkaran.
Pihak kelurahan menegaskan warga harus tetap waspada dan melaporkan apabila melihat satwa liar di sekitar waduk.
Dinas terkait juga akan mengevaluasi pengelolaan Waduk Persemaian yang saat ini difungsikan sebagai kawasan wisata dan embung untuk irigasi.
“Kami ingin memastikan lokasi ini aman bagi warga dan pengunjung,” pungkas Eva.












