Pelajar SMA dan SMK di Tana Tidung Didorong Jadi Agen Perubahan Digital Melalui Literasi SPBE

oleh

Penulis: Arfan | Editor: Fidelis

MATAKALTARA.COM, TANA TIDUNG – Literasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dasar mengenai digitalisasi, membangun kesadaran bahwa transformasi digital adalah tanggung jawab bersama, serta membekali pelajar agar mampu menjadi agen perubahan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KISP) Kalimantan Utara, Iskandar, saat membuka Sosialisasi Literasi SPBE Tingkat Pelajar SMA dan SMK yang digelar di SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, Jumat (21/11/2025).

Iskandar menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada pelajar mengenai pentingnya digitalisasi dalam pemerintahan serta peran generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

“SPBE bukan hanya soal perangkat keras atau aplikasi, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan SDM dalam mengelola dan mengoperasikan sistem digital,” kata Iskandar kepada MataKaltara.com, jumat (21/11/2025).

Ia menambahkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia, terutama para pelajar sebagai generasi yang tumbuh di era digital.

Iskandar juga mengingatkan bahwa penggunaan platform digital tidak perlu menjadi hal yang menakutkan bagi pelajar, karena telah ada regulasi yang melindungi mereka, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau PP TUNAS.

“Aturan ini diterbitkan untuk melindungi anak-anak dari konten digital negatif dan kejahatan di ruang siber,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa PP TUNAS juga mengatur batas usia anak dalam mengakses platform digital, mulai dari konten ramah anak hingga ketentuan persetujuan orang tua. Selain itu, aturan tersebut memuat sanksi bagi penyelenggara sistem elektronik yang tidak mematuhi ketentuan perlindungan anak.

Iskandar menegaskan bahwa melalui kegiatan ini, pelajar SMA dan SMK akan mendapatkan edukasi mengenai dasar-dasar SPBE, cara bijak mengolah informasi digital, ancaman siber, serta pemanfaatan data statistik.

“Harapan saya, para pelajar dapat menyimak seluruh materi yang disampaikan oleh narasumber dari DKISP karena ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko digital dan kemampuan menjaga keamanan diri di ruang siber,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *