Nunukan

DPRD Nunukan Dorong Dapur MBG Serap Tenaga Kerja dan Hasil Tani Lokal

×

DPRD Nunukan Dorong Dapur MBG Serap Tenaga Kerja dan Hasil Tani Lokal

Sebarkan artikel ini

Penulis: Fidelis | Editor: Castro

MATAKALTARA.COM, NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nunukan terus menunjukkan perkembangan.

Salah satu langkah nyata terlihat dengan mulai beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Nunukan Timur yang kini melayani ratusan penerima manfaat.

Dapur MBG yang berada di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi bagi pelajar dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program nasional tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, menyambut positif beroperasinya fasilitas tersebut.

Menurutnya, kehadiran dapur MBG tidak hanya berperan dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

Ia menilai operasional dapur MBG telah membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Dari pengamatannya, tenaga kerja yang direkrut berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan muda hingga masyarakat yang lebih senior.

“Ini menjadi nilai tambah yang sangat baik. Selain menjalankan program pemenuhan gizi, keberadaan dapur MBG juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” kata Andi Fajrul kepada MataKaltara.com, Sabtu (30/5/2026).

Politisi tersebut berharap manfaat program tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja semata.

Ia mendorong pengelola dapur MBG agar melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan petani lokal dalam penyediaan bahan pangan yang digunakan setiap hari.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar untuk program MBG dapat menjadi peluang bagi petani dan pelaku pertanian di Nunukan untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar hasil panen mereka.

“Kalau bahan pangan yang digunakan berasal dari petani lokal, maka manfaat program ini akan semakin luas. Bukan hanya anak-anak yang menerima makanan bergizi, tetapi ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujarnya.

Andi menilai pola kemitraan dengan petani daerah akan membantu memperkuat perputaran ekonomi di Kabupaten Nunukan.

Selain itu, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga dapat dikurangi.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi terhadap fasilitas dapur yang dinilai telah memenuhi standar operasional.

Penataan ruang kerja, mulai dari area pengolahan bahan makanan hingga proses pengemasan, dinilai cukup baik untuk menunjang kualitas layanan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar aspek kebersihan dan keamanan pangan menjadi perhatian utama.

Pengawasan terhadap proses pengolahan makanan harus dilakukan secara ketat untuk memastikan makanan yang didistribusikan aman dikonsumsi para penerima manfaat.

“Jangan sampai ada kelalaian yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Standar kebersihan harus dijaga dan pengawasannya dilakukan secara konsisten,” pungkasnya.

Ia berharap kehadiran SPPG Nunukan Timur dapat menjadi contoh pelaksanaan program MBG yang tidak hanya berhasil dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan warga di daerah perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page